Page 287 - Untuk Sesuatu yang Biasa Kausebut Cinta_79 Cerpenis MediaGuru_REVISI_ISBN (2)_Classical
P. 287
Meranggas Kala Fajar
Oleh: Suri El Halimy
L aila, perempuan berusia tiga puluh lima tahun itu masih
saja terbangun. Rasa kantuk belum juga bertandang
walaupun waktu sudah menunjukkan pukul dua malam.
Tempat tidur dirasakan tak lagi ramah menyentuh tubuhnya.
Serasa berada di atas padang pasir disiram mentari.
Mengguyurkan rasa panas keseluruh tubuhnya. Dahaga tidak
hanya mengeringkan kerongkongan, tapi juga jiwa dan
perasaannya.
Menjalani pernikahan selama sembilan tahun telah
memberinya banyak warna. Ada rasa bahagia, sedih, kecewa,
bahkan luka. Namun, separuh perjalanan pernikahannya
diselimuti bahagia. Kebahagiaan menjadi sempurna ketika
Tuhan memberi karunia dua orang anak. Anak laki‐laki
berumur delapan tahun dan anak perempuan berumur lima
tahun.
Harun, suami Laila, sosok lelaki yang baik, bertanggung
jawab, pendiam, serius, tapi romantis. Pada hari ulang tahun
Laila dan ulang tahun pernikahan, suaminya selalu membuat
kejutan yang semakin menebalkan cinta Laila.
“Abang mau ke mana? Inikan sudah malam. Baru pulang
kok pergi lagi?” Laila merasa aneh. Tidak biasa suaminya pergi
keluar pada malam hari.
“Ini ada telepon dari teman SMA, kami mau berunding
untuk merencanakan reuni,” sahut Harun datar.
Untuk Sesuatu yang Biasa Kausebut Cinta | 275

