Page 283 - Untuk Sesuatu yang Biasa Kausebut Cinta_79 Cerpenis MediaGuru_REVISI_ISBN (2)_Classical
P. 283
Cinta Seumur Jagung
Oleh: Supardi Harun Ar Rasyid
P
rang, tiba‐tiba piring di tanganku jatuh. Aku kaget dan
ketakutan, bibi pasti marah kepadaku. Perlahan
kuambil kepingan piring yang berserakan di lantai
dapur dan memasukkan ke kantong plastik. Aku melangkah
ke wastafel, mencuci piring bekas makan keponakanku.
Bersih‐bersih rumah bibi adalah tugasku sehari‐hari.
Pekerjaan ini terpaksa kulakukan. Hal ini disebabkan selama di
rumahku, di Metro, Lampung, aku tidak pernah
melakukannya. Semua dikerjakan oleh ibu.
Sudah tiga bulan aku tinggal bersama bibi di Bekasi, tapi
rasanya seperti sudah setahun. Aku tidak bisa leluasa bermain
seperti di rumahku sendiri. Nonton TV, keluar sama teman,
dan lainnya. Aku seperti burung dalam sangkar.
Sudah dua kali aku memecahkan piring dan mangkok
dalam migggu ini. Apa yang terjadi pada diriku. Apakah ini
pertanda buruk untukku? Apakah aku akan diusir oleh bibi?
Rasanya aku ingin kabur malam ini.
Aku tidak mau larut, berburuk sangka yang meyelimuti
pikiranku. Di keheningan malam, mataku belum bisa
terpejam. Bibi sudah tidur bersama keponakanku. Kucoba
memejamkan mata berharap kantuk segera datang, tetapi
otakku tak mau bersahabat untuk sejenak melupakan apa
yang terjadi. Aku masih berpikir bagaimana bisa keluar dari
rumah bibi.
Untuk Sesuatu yang Biasa Kausebut Cinta | 271

