Page 72 - Untuk Sesuatu yang Biasa Kausebut Cinta_79 Cerpenis MediaGuru_REVISI_ISBN (2)_Classical
P. 72

Hari Esok Masih Ada

                             Oleh: Endah Sri Hartatik



             A
                     ku  melangkah  gontai  menyusuri  pematang  sawah
                     untuk  pulang  ke  rumah.  Hatiku  selalu  membujuk
                     untuk mencari tempat sepi. Jarak rumah dengan jalan
             raya sekitar tiga kilometer. Aku biasanya menunggu nunutan
             sepeda  motor  yang  lewat  searah  kampung.  Tapi  ini  sudah
             sore, apa masih ada sepeda motor yang lewat?
                 Tebersit  olehku  waktu  menyeberang  Jalan  Pantura  ada
             yang  menabrakku.  Aku  akan  minta  ganti  rugi  sejuta  rupiah
             dan bebas dari masalah. Tapi kalau lukanya parah, apalagi aku
             meninggal pasti akan menambah masalah orang tuaku.
                 Baiklah,  kali  ini  tidak  ada  nunutan  sepeda  motor  yang
             lewat.  Aku  jalan  kaki  saja  sambil  memikirkan  cara
             mendapatkan uang satu juta. Aku harus berhemat untuk bisa
             mengumpulkan  uang.  Kalau  saja  bukan  takut  ditanya  oleh
             teman‐teman  karena  tidak  ikut  naik  bis  untuk  pulang,
             mungkin aku akan jalan kaki. Sebenarnya tadi ingin pergi ke
             tempat yang jauh, sejauh‐jauhnya. Biar tidak ada masalah lagi.
                 Aku  masih  ingat  ketika  dipanggil  ke  ruang  BK  karena
             pemilik rental kamera tidak menemukan keberadaanku.
                 “Mari duduk di sini Nur. Kamu kenal sama Mas ini? Siapa
             tadi  namanya,  Mas?“  Pak  Narwi,  Wakasis  memulai
             pembicaraan.





             60 | 80 Cerpenis MediaGuru
   67   68   69   70   71   72   73   74   75   76   77