Page 76 - Untuk Sesuatu yang Biasa Kausebut Cinta_79 Cerpenis MediaGuru_REVISI_ISBN (2)_Classical
P. 76

langsung dengan Nur. Sebenarnya kejadian seperti ini jarang
             terjadi  karena  siswa‐siswa  lain  apabila  meminjam  selalu
             dikembalikan. Mungkin ini memang kecelakaan. Saya mohon
             maaf merepotkan Pak Narwi, Bu Tatik, dan Ibu Wali Kelas.”
                 “Semoga ini bisa menjadi pembelajaran kami agar siswa‐
             siswa selalu berhati‐hati dan tidak sembrono kalau meminjam
             pada orang lain. Semoga Mas Narno dan rentalnya terus maju
             dan sukses ya, Mas”.
                 “Terima kasih Pak. Assalamualaikum.”
                 “Sama‐sama, walaikumussalam.”
                                         ***
                 Lamunanku  buyar  karena  ada  kendaraan  yang
             mengklakson  di  belakangku.  Sepeda  motor  tadi  berhenti,
             pengendaranya  turun  menghampiriku  dan  bertanya,  “Kamu
             tidak apa‐apa? Wajahmu pucat sekali dan rumahmu di mana?”
                 “Sekarsari.”
                 “Berarti  kita  searah,  apakah  kamu  sedang  menunggu

             jemputan?”
                 Aku  hanya  menggelengkan  kepala  dan  rasanya  haus
             sekali.
                 “Apakah masih kuat? Hari makin senja yang penting kita
             sampai di rumah dulu ya.”
                 Kami  berhenti  di  sebuah  rumah  bercat  hijau.  Dia
             memarkir  sepeda  motornya  di  pelataran  yang  rindang  oleh
             dua pohon manga.
                 “Assalamualaikum, Tarisa pulang, Bu. Ibu ada tamu.”
                 “Walaikumussalam, apa ini temenmu, Tarisa? Ayo masuk
             dulu, Mbak.”




             64 | 80 Cerpenis MediaGuru
   71   72   73   74   75   76   77   78   79   80   81