Page 81 - Untuk Sesuatu yang Biasa Kausebut Cinta_79 Cerpenis MediaGuru_REVISI_ISBN (2)_Classical
P. 81
***
Waktu berlalu begitu cepat. Tak terasa umur Rita sudah
16 tahun, sedangkan neneknya semakin rapuh, sudah tak kuat
lagi pergi ke sawah. Ternyata Rita menjadi perhatian om dan
tantenya yang tinggal di kota. Mereka bermaksud menjemput
Rita untuk dibawa ke kota, melanjutkan pendidikan.
Nenek dan cucu yang sudah sekian tahun tinggal
bersama harus hidup terpisah. Sungguh berat bagi keduanya.
Pelukan mereka sangat erat. Terdengar tangisan yang sangat
memilukan. Namun, apa hendak dikata, keadaan yang
membuat keduanya harus berpisah. Rita pergi bersama tante
dan omnya, sedangkan Nenek Ijah tetap tinggal di desa.
Linangan air mata tak henti‐hentinya bertaut di kelopak mata
Rita.
Rita anak yang cerdas. Dia cepat sekali bisa
menyesuaikan diri di tempat yang baru. Dia belajar dengan
giat sehingga mendapatkan beasiswa dari sekolahnya untuk
melanjutkan S‐1 di luar negeri. Prestasinya terus berlanjut,
Rita juga mendapatkan beasiswa untuk S‐2. Rita akhirnya
mendapat pekerjaan di sana. Banyak kemudahan yang
didapatkan Rita.
Suatu hari Rita mendengar kabar kalau neneknya
meninggal dunia, tapi dia tidak bisa pulang ke Indonesia. Rita
sangat sedih. Nenek yang sudah dianggap sebagai orang
tuanya telah pergi untuk selamanya.
Suatu ketika ada kesempatan Rita pulang ke Indonesia.
Rita tak sabar lagi untuk sampai ke kampung halamannya.
Om dan tantenya menyambut kepulangan Rita. Mereka
sangat bangga atas keberhasilan Rita.
Untuk Sesuatu yang Biasa Kausebut Cinta | 69

