Page 82 - Untuk Sesuatu yang Biasa Kausebut Cinta_79 Cerpenis MediaGuru_REVISI_ISBN (2)_Classical
P. 82
Sesampai di kampung, rumah nenek terlihat sepi. Foto
nenek dan dirinya masih terpampang di tembok samping
lemari. Dadanya membuncah. Diambilnya foto itu dan
didekapnya sambal berteriak, “Nenek, aku kangen. Kenapa
nenek meninggalkanku!” Tangisnya semakin keras. Napasnya
terasa sesak, seakan ada gumpalan yang membelenggu. Rita
tak sadarkan diri.
Beberapa jam kemudian dia siuman. Suara air di samping
rumah terdengar cukup jelas. Pikirannya mulai fokus ke air
pancuran. Dipandangnya aliran air, pikirannya menerawang
ke masa lalu di saat nenek selalu menemaninya mandi.
Perlahan Rita mandi di pancuran. Airnya masih terasa
dingin. Ternyata masih sama seperti yang dia rasakan dulu,
mendamaikan hati dan membuat pikirannya segar kembali.
Cukup lama Rita menikmati segar dan dinginnya air pancuran.
Bagi Rita air pancuran punya kenangan yang sangat indah.
Kini Rita bisa menerima kenyataan bahwa nenek telah
tenang di sana. “Ya Allah, ampunilah dosa‐dosa nenek.
Tempatkan nenek bersama orang‐orang yang beriman.
Aamiin yaa Rabb.”
Profil Pengarang
Pengawas SD ini adalah Dra. Endang Murtiningsih, M.Pd.
Dia tinggal di Jalan Jaksa Agung Suprapto Gresik
70 | 80 Cerpenis MediaGuru

