Page 87 - Untuk Sesuatu yang Biasa Kausebut Cinta_79 Cerpenis MediaGuru_REVISI_ISBN (2)_Classical
P. 87
Rindu yang Tertunda
Oleh: Esti Setyorini
S
etiap kali melihat perempuan yang akrab dengan
seorang lelaki yang disebut sebagai ayah, Nia selalu
merasakan kecemburuan yang luar biasa. Kali ini,
kecemburuan Nia muncul lagi. Hanya karena persoalan
sepele. Waktu itu, dia melihat Rita, teman sekolahnya dari
jauh datang menghampirinya. Rita hanya ingin berpamitan
kepadanya untuk menikmati liburan bersama ayahnya.
Apalagi ketika Ratih, adiknya diajak oleh ayahnya untuk
bermain tenis meja. Kecemburuannya semakin menjadi‐jadi.
Ingin rasanya dia berteriak agar seisi dunia tahu bagaimana
rasanya terbakar cemburu.
Tapi, Nia tidak pernah bisa meluapkan kecemburuan itu.
Dia terlalu lemah untuk melakukannya. Secara diam‐diam dia
sering bersembunyi di tempat sepi dan terlindung, yang tidak
terjangkau oleh keluarganya. Di situ dia menumpahkan
kecemburuannya dengan isakan lirih dan hampir‐hampir tidak
terdengar.
Sering kali Nia merenungkan nasibnya. Merasa dirinya
sebatang kara. Tidak punya siapa‐siapa. Tidak ada orang yang
mencintainya. Ibunya pun, sebagai perempuan yang telah
melahirkannya tidak punya secuil kasih sayang kepadanya.
Apabila Nia melakukan kesalahan kecil, ibunya selalu
mencubit sampai seluruh pahanya kebiruan. Tidak puas
dengan itu, semakin Nia mengerang kesakitan, semakin
Untuk Sesuatu yang Biasa Kausebut Cinta | 75

