Page 88 - Untuk Sesuatu yang Biasa Kausebut Cinta_79 Cerpenis MediaGuru_REVISI_ISBN (2)_Classical
P. 88

menjadi  ibunya  mencubit.  Ibarat  harimau  yang  siap
             menerkam mangsanya.
                 Suatu ketika, Ratih adiknya melaporkan Nia. Akhirnya Nia
             dimarahi  ibunya.  Dia  mengucapkan  kata  “Anjing”  kepada
             ibunya.  Demi  mendengar  laporan  yang  diterima,  langsung
             ibunya menyeret Nia. Kemudian, bibirnya bagian atas ditarik
             serta dipilinnya keras‐keras. Nia menjerit minta ampun, tetapi
             tarikan  ibu  tidak  segera  dilepaskannya.  Bekas  tarikan  itu
             membengkak  kemerahan  mirip  buah  tomat  yang  ranum.
             Merasa belum puas melampiaskan kemarahannya, muka Nia
             diludahinya.
                 Pernah juga hanya karena sebuah kesalahan kecil, ibunya
             menjambak  rambut  Nia.  Kepalanya  dibenturkan  ke  dinding
             berkali‐kali.  Nia  menangis,  menjerit  melengking‐lengking.
             Suaranya mengetuk langit, tetapi sekali lagi tidak ada seorang
             pun yang menolongnya.
                 Terkadang  sempat  tebersit  pertanyaan  dalam  hatinya,

             ”Mengapa aku tidak bisa seperti mereka? Apakah dosa yang
             telah kuperbuat? Sampai‐sampai Ibu membenciku sedemikian
             rupa?”  Apakah  aku  tidak  berhak  mendapat  cinta  seperti
             mereka?”  Bermacam‐macam  pertanyaan  berkecamuk  di
             kepalanya.  Tetapi,  dia  tidak  menemukan  jawaban  yang
             memuaskan.
                 Satu‐satunya    orang     yang     selalu    dinantikan
             kedatangannya  adalah  nenek.  Jika  nenek  berada  di  rumah,
             hati Nia menjadi tenteram. Dia merasakan kesejukan. Hatinya
             bak  serasa  tersiram  air  es  di  kala  terik  melanda.  Tetapi,
             kehadiran  nenek  tidak  setiap  saat  bisa  diharapkan.  Kadang‐
             kadang nenek berada di rumah putranya, kakak ibu Nia yang


             76 | 80 Cerpenis MediaGuru
   83   84   85   86   87   88   89   90   91   92   93