Page 90 - Untuk Sesuatu yang Biasa Kausebut Cinta_79 Cerpenis MediaGuru_REVISI_ISBN (2)_Classical
P. 90
Semarang. Alamat tersebut diperoleh ketika mereka
memberikan undangan kepada kolega ayahnya, menjelang
keduanya menikah. Pada akhirnya mereka dapat menemukan
kakak dari ayah kandung Nia. Dari Pakde Nia memperoleh
informasi keberadaan ayah kandungnya, Pak Satrio.
Mereka berdua segera mencari Pak Satrio. Setelah
menemukan alamat, di depan rumah yang tak begitu mewah,
mereka mengetuk pintu. Dari dalam keluar seorang anak
perempuan kurang lebih berusia 10 tahun. Di belakangnya 2
anak perempuan mengikuti si gadis. Ketika Nia dan suaminya
menanyakan keberadaan Pak Satrio. Gadis kecil itu menjawab
bahwa ayahnya masih di gereja. Mereka berdua pun
menunggu di ruang tamu rumah Pak Satrio.
Beberapa menit kemudian Pak Satrio tiba dengan
seorang wanita. Perkiraan Nia adalah istrinya. Benar saja, Pak
Satrio memang datang bersama istrinya. Setelah Pak Satrio
duduk suami Nia memperkenalkan diri dan menceritakan jati
diri mereka. Sikap Pak Satrio menghadapi kedua tamunya
cukup tenang. Akhirnya, Pak Satrio memberikan pengakuan
bahwa Nia adalah putrinya. Beliau memiliki dua puteri dari
hasil pernikahan dengan ibu Nia di Kendal. Putrinya yang
pertama bernama Citra, kakak Nia. Sekarang tinggal di
Salatiga dan Nia adalah anak keduanya. Sedangkan 3 anak
perempuan yang menemui kedatangan mereka adalah
putrinya dari istri yang sekarang.
Menghadapi pertemuan dengan ayahnya, perasaan Nia
tampak biasa. Dia tidak meluapkan kegembiraannya dan tidak
pula menangis bisa bertemu dengan ayah yang selama ini
dirindukannya. Demikian pula dengan Pak Satrio. Tidak ada
78 | 80 Cerpenis MediaGuru

