Page 73 - Untuk Sesuatu yang Biasa Kausebut Cinta_79 Cerpenis MediaGuru_REVISI_ISBN (2)_Classical
P. 73

“Iya,  Pak,  Mas  Winarno,”  jawabku,  tapi  rasanya  hatiku
              hancur dan ingin berontak karena itu bukan salahku.
                  “Karena  kejadiannya  di  luar  jam  sekolah  artinya  bukan
              lagi  tanggung  jawab  pihak  sekolah.  Tetapi  Mas  Winarno
              berinisiatif datang ke sekolah untuk mencari solusinya. Jadi,
              sekolah  memfasilitasi  kedua  belah  pihak  agar  menemukan
              solusinya,” tutur Pak Narwi melanjutkan.
                  “Berdasarkan  informasi  dari  Mas  Narno,  katanya  Nur
              tidak ada di rumah. Akhirnya Mas Narno datang ke sekolah
              karena  kartu  OSIS‐mu  kemarin  dijadikan  sebagai  jaminan
              untuk menyewa. Ini kamera yang Nur pinjam dan rusak parah.
              Benar ini kameranya, Nur? Silakan diperiksa karena tadi Bapak
              juga sudah memeriksa ternyata memang rusak parah.”
                  “Kamera  yang  rusak  parah  jika  bayar  denda  akan  lebih
              mahal.  Inilah  kerugiannya  kalau  tidak  hati‐hati  memelihara
              alat  elektronik.  Jadi,  total  biaya  penggantian  sekitar  4  juta
              dibagi  empat,  yakni  Nur,  Devi,  Dirra,  dan  Fira.  Dirra  sudah

              membayar  Rp1.200.000,00  dan  Devi  akan  menyicil  Rp500
              ribu.  Berapa  kesanggupan  Nur  membayar  dendanya?
              Pembayarannya juga bisa dicicil. Fira teman dari sekolah lain
              ya, Nur?”
                  Aku ingin menjawab, tapi lidahku terasa kelu. Pahit sekali
              kenyataan ini. Aku ingin protes, tapi hanya isak tangisku yang
              terdengar.  Ruangan  hening,  semua  membiarkan  aku
              menangis. Sebenarnya aku tidak ingin menangis, tapi rasanya
              hatiku  hancur.  Air  mataku  mengalir  deras.  Rasanya  hatiku
              bergulat kalau itu bukan salahku. Kemudian kusampaikan isi
              hatiku.




                                  Untuk Sesuatu yang Biasa Kausebut Cinta | 61
   68   69   70   71   72   73   74   75   76   77   78