Page 28 - bk metamorfosis
P. 28
atau pemecahan masalah bersama dengan teman-teman sekelompok. Selanjutnya
untuk memperkuat pemahaman siswa terhadap konsep atau prinsip tersebut, siswa
diberikan tugas menyelesaikan aktivitas atau pemecahan masalah yang berkaitan
dengan konsep atau prinsip tersebut dan perluasannya (pengayaannya). Aspek
ketiga yang diperlukan direncanakan guru adalah perangkat pembelajaran dan
peralatan (media) pendukung. Yang perlu dipersiapkan guru dalam hal ini adalah
merencanakan dan menyiapkan perangkat pembelajaran seperti buku siswa, dan
lembar kerja siswa (LKS). Dua komponen ini sangat berperan dalam menentukan
keberhasilan siswa dalam belajar dan bekerja pada kelompok masing-masing.
Buku siswa dan Lembar Kerja Siswa (LKS) bersifat saling melengkapi.
Pertama, buku siswa dapat memuat uraian lengkap mengenai materi yang akan
dipelajari. Untuk kondisi seperti ini, maka LKS memuat pemecahan masalah
yang berfungsi untuk memperluas dan memperkuat pemahaman siswa terhadap
materi tersebut. Kedua, buku siswa hanya memuat garis besar materi tanpa
memuat penjelasan detail atau pengertian terhadap konsep tertentu atau tidak
memuat prinsip-prinsip (sifat-sifat, rumus, algoritma) tertentu. Untuk kondisi
semacam ini, LKS memuat aktivitas-aktivitas yang dapat mengarahkan siswa
untuk dapat mendefinisikan konsep tertentu, menemukan sifat-sifat, atau rumus
tertentu. Selain menyiapkan perangkat pembelajaran tersebut, guru perlu juga
menyiapkan media pembelajaran yang relevan dengan pokok bahasan yang
sementara dibahas Media tersebut diharapkan kontekstual agar dapat berfungsi
menunjang siswa dalam belajar. Misalnya, agar siswa dapat menemukan rumus
volume limas, guru dapat menggunakan model limas dan model kerucut yang
alas dan tingginya sama. Agar siswa dapat memahami jaring-jaring kubus atau
menentukan berapa banyak jaring-jaring kubus, guru dapat menyediakan (atau
memintakan siswa menyediakan) model-model kubus yang terbuat dari kertas
atau karton, gunting atau silet.
Model resik memuat lima komponen penting, yakni (1) sintaks, (2) sistem
sosial, (3) prinsip reaksi, (4) sistem pendukung, dan (5) dampak instruksional dan
pengiring. Secara singkat kelima komponen tersebut dapat dijelaskan sebagai
berikut (Tahmir, 2007).
a) Sintaks Model RESIK
Sintaks (syntax) menunjuk pada keseluruhan alur atau urutan kegiatan
belajar mengajar. Sintaks menentukan jenis-jenis tindakan guru dan siswa yang
diperlukan, urutannya dan tugas-tugas untuk siswa. Sintaks dideskripsikan dalam
urutan aktivitas-aktivitas yang disebut fase; setiap model mempunyai alur fase
berbeda. Sintaks model resik terdiri dari 6 (enam) fase, yakni (1) memotivasi
siswa, (2) menyajikan informasi dan melibatkan siswa memahami masalah
kontekstual, (3) mengorganisasi siswa kedalam kelompok belajar dan memberikan
tugas kelompok, (4) membimbing kelompok bekerja dan belajar, (5) diskusi dan
20 METAMORFOSIS
Pengembangan Sekolah Model di Bali

