Page 37 - bk metamorfosis
P. 37

(2) Dampak Pengiring


                 (a) Kemandirian atau Otonomi Dalam Belajar
                 Dalam pembelajaran dengan menggunakan model resik, siswa tidak menerima
            informasi (pengetahuan) secara pasif dari gurunya, tetapi siswa berupaya sendiri
            melalui aktivitas kelompok untuk mengkonstruksi sendiri pengetahuan tersebut.
            Kondisi semacam ini akan menumbuhkan kemandirian atau otonomi siswa dalam
            belajar. Siswa tidak lagi menjadi orang yang pasif menunggu transfer pengetahuan
            dari gurunya, tetapi akan lebih aktif mencari, mempelajari dan mengkonstruksi
            pengetahuan melalui kelompok-kelompok kecil.


                 (b) Sikap Positif terhadap Matematika
                 Dalam model resik, siswa terlibat  secara aktif dalam pembelajaran,  baik
            dalam  mempelajari  bahan ajar, mengkonstruksi pengetahuan  sendiri, maupun
            dalam mengerjakan aktivitas hands-on dan memecahkan masalah. Kondisi ini
            akan membuat pembelajaran menjadi lebih menyenangkan, sehingga kesan
            matematika sebagai pelajaran yang sulit, bahkan menakutkan sedikit demi sedikit
            dapat diubah. Dengan demikian belajar matematika dengan menggunakan model
            resik juga akan dapat menumbuhkan sikap positif terhadap matematika.

            Pendekatan Saintifik


                 Proses pembelajaran pada Pendidikan  Dasar dan Menengah (untuk
            pelaksanaan  Kurikulum 2013) diatur melalui Peraturan Menteri Pendidikan dan
            Kebudayaan Nomor 103 Tahun 2014 yang dipayungi dengan Peraturan Menteri
            Pendidikan  dan  Kebudayaan Nomor  22  Tahun 2016 tentang  Standar  Proses
            beserta  lampirannya.  Dalam  lampiran  Peraturan Menteri tersebut dinyatakan
            tentang  konsep  dasar  mengenai  proses pembelajaran yaitu bahwa  peserta
            didik  dipandang  sebagai  subjek  yang  memiliki kemampuan untuk secara aktif
            mencari, mengolah, mengkonstruksi, dan  menggunakan  pengetahuan.  Sejalan
            dengan pandangan tersebut, pembelajaran harus  berkenaan dengan kesempatan
            yang  diberikan  kepada  peserta  didik untuk  mengkonstruksi  pengetahuan
            dalam  proses kognitifnya.  Selanjutnya,  agar  benar-benar  memahami  dan
            dapat  menerapkan pengetahuan,  peserta  didik perlu didorong untuk  bekerja
            memecahkan masalah, menemukan segala sesuatu untuk dirinya, dan berupaya
            keras mewujudkan ide-idenya.
                 Atas dasar  konsep dasar tersebut  dirumuskan sejumlah prinsip
            pembelajaran, antara lain: 1) dari peserta didik diberi tahu menuju peserta didik
            mencari tahu; 2) dari guru sebagai satu-satunya sumber belajar menjadi belajar
            berbasis aneka sumber  belajar; 3) dari pendekatan tekstual menuju proses sebagai
            penguatan penggunaan pendekatan  ilmiah; 4) dari pembelajaran berbasis konten


            METAMORFOSIS                                                                   29
            Pengembangan Sekolah Model di Bali
   32   33   34   35   36   37   38   39   40   41   42