Page 34 - bk metamorfosis
P. 34

aktivitas  dalam  kelompok-kelompok  kecil,  berinteraksi  dan bernegosiasi
            yang  mengarahkan  pada  pembentukan  pengetahuan yang  bersifat  subyektif.
            Pengetahuan subyektif ini kemudian didiskusikan dalam kelompok besar (kelas),
            sehingga diperoleh pengetahuan bersama yang bersifat obyektif. Dengan aktivitas
            semacam  ini  secara  rutin, kemampuan  siswa dalam konstruksi pengetahuan
            secara mandiri akan semakin meningkat.


                 (b) Penguasaan Bahan Ajar
                 Dengan model  resik, informasi (pengetahuan)  dikonstruksi sendiri oleh
            siswa melalui  aktivitas  belajar  yang  dilakukan  di  dalam  kelompok-kelompok
            kecil. Pengetahuan yang dikonstruksi sendiri semacam ini akan lebih bermakna
            bagi siswa dan akan dapat bertahan lama dalam memori siswa. Dengan bekerja
            saling membantu, saling memberikan konstribusi pemikiran, dapat diharapkan
            bahan ajar yang dipelajari  atau didskusikan dalam kelompok dapat dipahami
            secara lebih baik, dibandingkan dengan bila dipelajari secara individual.
                 Hasil penelitian menunjukkan bahwa dalam setting kelas, siswa lebih cenderung
            bertanya  kepada  temannya  daripada  kepada  guru.  Model  resik  memungkinkan
            siswa lemah dapat mengajukan pertanyaan-pertanyaan secara bebas atau meminta
            penjelasan dari temannya yang lebih pandai. Siswa pandai terkondisikan untuk
            selalu memberikan bantuan-bantuan penjelasan kepada teman yang membutuhkan.
            Dalam kondisi semacam ini baik siswa lemah atau siswa pandai sama-sama
            memperoleh manfaat. Siswa lemah akan dapat memahami bahan ajar yang lebih
            baik,  demikian  pula siswa pandai akan meningkat penguasaan bahan ajarnya,
            karena untuk dapat memberikan bantuan penjelasan (tutorial) kepada temannya,
            tentunya dibutuhkan pemikiran lebih mendalam tentang hubungan antara konsep-
            konsep atau ide-ide yang terkandung dalam materi yang dijelaskan tersebut.


                 (c) Kemampuan Pemecahan Masalah
                 Dengan menggunakan model resik dalam setiap pembelajaran matematika,
            siswa dalam masing-masing kelompok kecil diberikan tugas melakukan aktivitas
            atau memecahkan masalah tertentu.  Tugas yang  diberikan  ini  dapat berupa
            serangkaian petunjuk melakukan aktivitas yang diarahkan untuk menemukan
            aturan-aturan tertentu, atau berupa soal-soal nonrutin yang berkaitan dengan
            keseharian siswa (kontekstual) yang harus diselesaikan kelompok. Dengan
            bekerjasama dalam kelompok, soal-soal nonrutin tersebut dapat diselesaikan secara
            lebih baik, bila dibandingkan dengan bekerja secara individual. Aktivitas semacam
            ini yang secara terus menerus dilakukan dalam setiap pembelajaran, diharapkan
            akan dapat meningkatkan kemampuan siswa dalam hal pemecahan masalah.


                 (d) Kemampuan Berpikir Kritis
                 Selama ini pengajaran dengan model konvensional lebih menitikberatkan



        26                                                                  METAMORFOSIS
                                                               Pengembangan Sekolah Model di Bali
   29   30   31   32   33   34   35   36   37   38   39