Page 38 - bk metamorfosis
P. 38
menuju pembelajaran berbasis kompetensi; 5) dari pembelajaran parsial menuju
pembelajaran terpadu; 6) dari pembelajaran yang menekankan jawaban tunggal
menuju pembelajaran dengan jawaban yang kebenarannya multi dimensi; 7)
dari pembelajaran verbalisme menuju keterampilan aplikatif; 8) peningkatan
dan keseimbangan antara keterampilan fisikal (hardskills) dan keterampilan
mental (softskills); 9) pembelajaran yang mengutamakan pembudayaan
dan pemberdayaan peserta didik sebagai pembelajar sepanjang hayat; 10)
pembelajaran yang menerapkan nilai-nilai dengan memberi keteladanan (ing
ngarso sung tulodo), membangun kemauan (ing madyo mangun karso), dan
mengembangkan kreativitas peserta didik dalam proses pembelajaran (tut wuri
handayani); 11) pembelajaran yang berlangsung di rumah di sekolah, dan di
masyarakat; 12) pembelajaran yang menerapkan prinsip bahwa siapa saja adalah
guru, siapa saja adalah peserta didik, dan di mana saja adalah kelas; dan 13)
pemanfaatan teknologi informasi dan komunikasi untuk meningkatkan efisiensi
dan efektivitas pembelajaran.
Sejalan dengan konsep dasar dan prinsip-prinsip pembelajaran tersebut,
pembelajaran pada Kurikulum 2013 menggunakan pendekatan saintifik atau
pendekatan berbasis proses keilmuan.Dalam Permendikbud No. 103 Tahun 2014
dinyatakan bahwa pembelajaran dengan pendekatan saintifik terdiri atas lima
langkah kegiatan belajar yakni mengamati (observing), menanya (questioning),
mengumpulkan informasi/mencoba (experimenting), menalar atau mengasosiasi
(associating), mengomunikasikan (communicating) yang dapat dilanjutkan
dengan mencipta.
a. Mengamati. Peserta didik menggunakan panca inderanya untuk
mengamati fenomena yang relevan dengan apa yang dipelajari.
Fenomena yang diamati pada mata pelajaran satu dan lainnya berbeda.
Misalnya, untuk mata pelajaran IPA, Peserta didik mengamati pelangi,
untuk mata pelajaran Bahasa Inggris, Peserta didik mendengarkan
percakapan, untuk mata pelajaran bahasa Indonesia Peserta didik
membaca teks, untuk prakarya Peserta didik mencicipi iga bakar,
dan untuk mata pelajaran IPS Peserta didik mengamati banjir. Siwa
dapat mengamati fenomena secara langsung maupun melalui media
audio visual. Hasil yang diharapkan dari langkah pembelajaran ini
adalah Peserta didik menemukan masalah, yaitu gap of knowledge –
apapun yang belum diketahui atau belum dapat lakukan terkait dengan
fenomena yang diamati. Pada langkah ini guru dapat membantu Peserta
didik menginventarisasi segala sesuatu yang belum diketahui (gap of
knowledge) tersebut. Agar kegiatan mengamati dapat berlangsung
dengan baik, sebelum pembelajaran dimulai guru perlu menemukan/
mempersiapkan fenomena yang diamati Peserta didik dan merancang
kegiatan pengamatan untuk Peserta didik menemukan masalah.
30 METAMORFOSIS
Pengembangan Sekolah Model di Bali

