Page 36 - bk metamorfosis
P. 36

teman-temannya. Kenyataan juga menunjukkan bahwa keterampilan kooperatif
            siswa saat ini terasa kurang. Arends mengemukakan bahwa banyak anak muda
            dan orang dewasa masih kurang dalam keterampilan sosial. Situasi ini dibuktikan
            dengan begitu seringnya terjadi  pertikaian  kecil  antara  individu sehingga
            dapat  mengakibatkan  tindak kekerasan,  atau  betapa  sering  orang menyatakan
            ketidakpuasan pada saat diminta untuk bekerja dalam situasi kooperatif.
                 Pembelajaran dengan menggunakan model resik memberikan kesempatan
            kepada siswa dengan berbagai latar belakang kemampuan dan kondisi sosial
            yang berbeda untuk bekerjasama, saling tergantung dan belajar saling menghargai
            satu dengan lainnya. Kondisi semacam ini memungkinkan berkembangnya
            keterampilan-keterampilan untuk bekerja sama yang memang sangat dibutuhkan
            dalam hidup bermasyarakat.  Arends menyebut keterampilan-keterampilan ini
            sebagai keterampilan sosial. Keterampilan-keterampilan ini dapat pula disebut
            sebagai keterampilan kooperatif. Keterampilan kooperatif merupakan keterampilan
            khusus yang diperlukan dan dapat dikembangkan melalui pembelajaran dengan
            menggunakan model resik. Keterampilan ini  berfungsi  untuk mengembangkan
            komunikasi antar anggota kelompok dan meningkatkan peran dan kerjasama dalam
            kelompok.


                 (f) Kemampuan Komunikasi Matematika
                 Komunikasi  matematika  merupakan  aspek penting  yang perlu  mendapat
            perhatian  dalam  pembelajaran  matematika.  Komunikasi dalam  matematika
            merupakan salah satu kemampuan  dasar umum yang perlu diupayakan
            peningkatannya  seperti halnya kemampuan  dasar umum lainnya,  yakni
            kemampuan  penalaran  dan kemampuan  pemecahan  masalah.  Komunikasi
            matematika  yang  dimaksudkan  di  sini  adalah  peristiwa-peristiwa  yang  saling
            berhubungan di mana terjadi  penyampaian  dan penerimaan  pesan-pesan
            matematika di dalam suatu lingkungan kelas. Pesan-pesan matematika di sini
            berkaitan  dengan  materi  matematika  yang  sementara  dipelajari  siswa dalam
            pembelajaran.  Cara penyampaian  atau pengalihan  pesan ini dapat dilakukan
            secara tertulis atau secara lisan.
                 Pembelajaran matematika dengan menggunakan model resik, siswa tidak
            hanya difasilitasi untuk dapat mengkonstruksikan pengetahuan dan memecahkan
            masalah, tetapi siswa juga diarahkan untuk dapat menjelaskan hasil konstruksi
            pengetahuan dan hasil pemecahan masalah yang diperolehnya. Sebaliknya siswa
            lain  diharapkan dapat  merespons dengan  melakukan koreksi-koreksi  dengan
            argumentasi logis terhadap hasil konstruksi pengetahuan dan pemecahan masalah
            tersebut. Dengan melakukan proses semacam  ini secara terus menerus, dapat
            diharapkan bahwa kemampuan komunikasi matematika siswa dapat meningkat.






        28                                                                  METAMORFOSIS
                                                               Pengembangan Sekolah Model di Bali
   31   32   33   34   35   36   37   38   39   40   41