Page 19 - Buku Sakti Fasilitator
P. 19

mainan nantinya. Apabila peserta terdiri dari rentang usia yang cenderung ma-
              sih muda, maka golongan permainan yang digunakan adalah high impact atau
              permainan yang memerlukan olah fisik tinggi. Namun apabila peserta berusia
              senior, maka permainan-permainan low impact lebih direkomendasikan untuk
              menghindari terjadinya cedera.


          B.  Apa?
              Setelah mengetahui siapa yang akan kita ajak bermain, pertanyaan berikutnya
              adalah “apa kebutuhan, permasalahan, keinginan atau tujuan yang ingin dicapai
              peserta dari pelaksanaan kegiatan outbound?” Mengetahui kebutuhan dari pe-
              serta sangat penting untuk menentukan “tindakan” yang kelak akan dilakukan.
              Pengumpulan informasi terkait kebutuhan ini dapat dilakukan dengan wawan-
              cara, menggunakan form/angket dan lain-lain. Informasi ini menjadi sangat pent-
              ing ketika peserta ternyata membutuhkan suatu rancangan pelatihan khusus
              yang berbeda dari biasanya, sehingga konsep kegiatannya pun akan secara
              unik dibuat untuk memenuhi kebutuhan tersebut.

          C.  Kapan dan Dimana?
              Jadwal dan lokasi pelaksanaan kegiatan juga merupakan hal yang penting un-
              tuk diketahui oleh seorang fasilitator. Jadwal dari suatu kegiatan menentukan
              berapa lama waktu yang dimiliki oleh fasilitator untuk berkoordinasi, menyiapkan
              konsep kegiatan, menyiapkan perlengkapan yang dibutuhkan untuk permain-
              an, termasuk akomodasi apabila lokasi kegiatan dilakukan di kota yang berbe-
              da dengan domisili fasilitator. Lokasi yang dipilih juga menentukan permainan
              yang dapat dilakukan. Apakah medan permainannya berbukit, rata, diadakan di
              pantai, di lapangan atau aula. Termasuk apakah lokasi yang digunakan menye-
              diakan akses terhadap fasilitas lain seperti listrik untuk sound system, proyektor
              dan lain-lain.


          D.  Bagaimana dan Mengapa?
              Setelah mengetahui karakteristik peserta, kebutuhan, serta jadwal dan lokasi
              pelaksanaan, fasilitator kemudian membuat konsep permainan. Konsep per-
              mainan ini harus dapat dikorelasikan dengan kebutuhan yang telah diketahui
              sebelumnya. Singkatnya, konsep permainan yang dibuat harus dapat men-
              jawab kebutuhan yang diharapkan oleh peserta. Setiap permainan dan ice
              breaking yang digunakan harus mendukung hasil akhir yang sama dan tidak
              berdiri sendiri sehingga insight yang tampak dari rangkaian kegiatan benar-be-
              nar mengarah ke suatu perilaku positif yang diinginkan. Kebutuhan yang akan
              dipenuhi dan permainan yang digunakan harus berkaitan agar benar-benar
              mampu memberikan dampak yang diharapkan.



                                                            Buku Sakti Fasilitator Outbound   15
   14   15   16   17   18   19   20   21   22   23   24