Page 43 - BUKU PERDEBATAN PASAL 33 DALAM SIDANG AMANDEMEN UUD 1945
P. 43
Susanto Polamolo
Elnino M. Husein Mohi
PERDEBATAN PASAL 33
DALAM SIDANG AMANDEMEN UUD 1945
dalam kaitannya dengan gagasan ekonomi Pancasila oleh
Mubyarto. Yang kedua, “mazhab Jakarta” dari FE-UI dari garis
Widjojo Nitisastro cs. Nama Sri-Edi Swasono dikecualikan, karena
gagasan demokrasi ekonomi yang dikembangkannya segaris
dengan apa yang dikembangkan oleh Mubyarto dan Hidayat
Nataatmadja. Adapun gagasan konstitusi ekonomi dan ekonomi
kerakyatan tidak termasuk menjadi bagian FE-UI, sebab kedua
gagasan itu terinstitusi di FH-UI dan Fakultas Ilmu Pengetahuan
Budaya, masing-masing dari garis Jimly Asshiddiqie dan
belakangan Fadli Zon.
Untuk memperjelas ini, menarik menyimak catatan
Mohamad Sadli mengenai perbedaan corak pengajaran ilmu
43
ekonomi di Jakarta dan di Yogya.
Orientasi pengajaran ilmu ekonomi di Yogya bercorak
pendekatan sosial-ekonomi, di mana wawasan sosiologi dan
antropologi masih ditekankan oleh para guru besar bangsa
Indonesia sendiri. Tidak ada sarjana Belanda yang mengajar di
sana sejak FE-UGM didirikan. Sementara itu di Jakarta, di mana
sebagian besar guru besar Belanda masih bertahan, model
pengajaran mereka lebih mementingkan teori ekonomi umum
dan perusahaan, di mana model pendekatan marjinalisme
dan makro-ekonomi menjadi sangat diistimewakan. Pengaruh
pemikiran Belanda memang lebih kuat di FE-UI dibanding dengan
FE-UGM.
Perbedaan corak dapat dilihat dari jurusan-jurusan. Di
FE-UI misalnya, ada Ekonomi Umum, Ekonomi Perusahaan, dan
Akuntansi. Lalu pada tahun 1964 ditambah satu jurusan lagi,
Ekonomi Pemerintahan. Sementara di FE-UGM dibuka empat
43 Dalam Tarli Nugroho, Pemikiran Agraria Bulaksumur.., op cit.., hlm. 249.
xlii

