Page 40 - BUKU PERDEBATAN PASAL 33 DALAM SIDANG AMANDEMEN UUD 1945
P. 40
CATATAN PENDAHULUAN
Malaysia, Korea, dan Filipina kala itu sungguh nyaris setara dengan
Great Depression. Apa yang disayangkan adalah, walaupun krisis
telah berlalu, tetapi negara seperti Indonesia masih berjibaku
dengan dampaknya pasca Orde Baru runtuh.
Apa yang diakui seorang J.E. Stiglitz terkait krisis yang
40
menyapu, menarik untuk diikuti, khususnya kasus yang menimpa
negara-negara di Asia Timur.
…[P]ada masa ini, perhatian dunia
internasional terfokus pada pasar-pasar yang baru
muncul, dari Asia Timur hingga Amerika Latin, dan
dari Rusia hingga India. Para investor memandang
negara-negara tersebut sebagai surga untuk
mendapatkan keuntungan yang tinggi dengan
resiko yang rendah. Hanya dalam waktu tujuh
tahun, arus modal swasta dari negara-negara maju
ke negara-negara berkembang meningkat tujuh kali
lipat sementara arus modal publik (bantuan asing)
tetap stabil.
…IMF dan Departemen Keuangan AS
percaya, serta menganjurkan bahwa liberalisasi
arus modal (capital account) secara penuh
akan membantu kawasan tersebut tumbuh
lebih cepat…liberalisasi arus modal dipaksakan
pada negara-negara ini pada akhir tahun
delapan puluhan dan awal Sembilan puluhan. 41
40 Joseph E. Stiglitz, Globalisasi dan Kegagalan Lembaga-Lembaga Keuangan Internasonal,
Jakarta: Ina Publikatama, 2003, hlm. 138.
41 Untuk mendapatkan framing soal ini, baca misalnya Lester R. Brown, dkk, Dunia Penuh
Ancaman 1987, Jakarta: YOI, 1987. Baca juga Soeharsono Sagir, Masalah-masalah Ekonomi
Indonesia Dekade 80-an, Bandung: Alumni, 1985.
xxxix

