Page 38 - BUKU PERDEBATAN PASAL 33 DALAM SIDANG AMANDEMEN UUD 1945
P. 38

CATATAN PENDAHULUAN





            Salim adalah  yang menjadi favoritnya. Pemikiran Emil bahkan
            diadopsi sang guru, yang kemudian melahirkan konsep “Trilogi
            Pembangunan dan Ekonomi Pancasila” pada 1985—meski
            kemudian Emil Salim termasuk bagian Mafia Berkeley.
                  Dalam posisi menteri ia tidak punya kewenangan  yang
            lebih dari murid-muridnya Mafia Berkeley, UU PMA No. 1 Tahun
            1967 tak kuasa dihentikan. Sumitro kemudian memilih “jalan
            lama”  yang pernah dipilihnya ketika menjabat sebagai Menteri
            Perdagangan dan Perindustrian di masa Kabinet Natsir,  yakni
            mengembangkan industri-industri mikro. Ia juga memberdayakan
            koperasi-koperasi batik, tetapi kemudian semua usaha itu ambruk
            digulung liberalisasi yang datang bersama PMA.
                  Pemikiran Sumitro berbeda dengan sosialis lain seperti
            Bung Sjahrir, Bung Hatta, hingga SjafruddinRPrawiranegara
            yang pernah mengkritiknya. Riwayat konsistensi pemikiran dan
            pandangan yang khas dalam menafsirkan sosialisme dengan ilmu
            ekonomi pembangunan yang ia kembangkan sendiri membuat
            Dawam Rahardjo menjulukinya sebagai “Bapak Ilmu Ekonomi
            Pembangunan”. 36
                  Kembali ke persoalan Orde Baru. Sejauh  yang terlihat
            hanyalah tali-temali antara organisasi-organisasi teknokrat
            dengan kekuasaan, dan khususnya di gelanggang ekonomi
            politik, yang begitu erat. Orde Baru banyak meminjam kekuatan
            dari sisi ini, formasi itu terlihat jelas.
                  Obsesi  yang dikembangkan setelah menyusun pelbagai
            regulasi yang  sifatnya  open  door policy, mendulang banyak
            bonus, tetapi lebih giat menikmatinya ketimbang mengaturnya

            36  Ibid.., hlm. xxii.


                                      xxxvii
   33   34   35   36   37   38   39   40   41   42   43