Page 42 - BUKU PERDEBATAN PASAL 33 DALAM SIDANG AMANDEMEN UUD 1945
P. 42

CATATAN PENDAHULUAN





            yang bersangkutan.  Yang bisa ditunjukkan ialah lembaga-
            lembaga keuangan tersebut membebankan resiko yang sangat
            besar pada negara-negara berkembang seperti Indonesia.
                  Keyakinan mengenai stabilitas ekonomi dapat dicapai
            dengan  membolehkan  diversifikasi  sumber-sumber  pendanaan
            yang lebih luas, sungguh keyakinan  yang mengkhawatirkan.
            Padahal arus modal sendiri bersifat  pro-cyclical, artinya: modal
            keluar dari suatu negara dalam masa resesi ketika negara sangat
            membutuhkan modal tersebut, dan masuk ketika ada booming, 42
            yang  notabene  akan  semakin  memperburuk  tekanan  inflasi.
            Dapat dipastikan persis di situ, pada saat negara-negara tersebut
            membutuhkan dana-dana dari luar, para bankir justru datang
            menagih uang mereka.
                  Inilah yang mestinya jadi refleksi bersama. Bahwa masalah
            ekonomi  yang dihadapi bangsa Indonesia tak bisa ditemukan
            sekadar dengan pengungkapan data-data ekonomi saja.  Tidak
            sekadar bersumber pada kekeliruan kebijaksanaan ekonomi
            semata, tetapi juga bersumber pada kebijaksanaan dan tingkah
            laku politik, sosial, atau budaya  yang tidak tepat. Persoalan
            ekonomi Indonesia terletak juga pada “sikap hidup” manusia
            Indonesia yang telah menyimpang dari yang seharusnya dicita-
            citakan konstitusi melalui Pasal 33.


                                        ***


                  Sampai di sini, jika ditarik dari penjelasan awal, dapat
            dikerucutkan beberapa kesimpulan dan pengelompokkan
            gagasan.  Yang pertama, adalah “mazhab  Yogya” dari FE-UGM

            42  Kasus migas di Indonesia contoh konkritnya.


                                        xli
   37   38   39   40   41   42   43   44   45   46   47