Page 34 - BUKU PERDEBATAN PASAL 33 DALAM SIDANG AMANDEMEN UUD 1945
P. 34
CATATAN PENDAHULUAN
saat itu, Mahar Mardjono, berkeinginan menganugerahkan gelar
Doktor HC dalam ilmu ekonomi kepada Bung Hatta namun ditolak
oleh Pimpinan FE-UI. Mereka menolak Bung Hatta ditempatkan
sebagai kampiun ekonomi politik dan politik ekonomi.
Tragedi memalukan itu akhirnya berhasil dibereskan
setelah diambil alih Pimpinan FH-UI. Bung Hatta dianugerahkan
gelar Doktor HC dalam Ilmu Hukum Konstitusi pada tahun yang
sama.
Ekonom-ekonom ISEI, dan iklim keilmuan yang
tumbuh di FE-UI saat itu adalah contoh penolakan terhadap
logika ekonomi konstitusi. Mereka sangat neoklasikal dan
neoliberal. Ekonom-ekonom ISEI adalah aktor-aktor utama,
dan FE-UI dapat digolongkan sebagai “pembangkang
konstitusi”, Sri-Edi Swasono menegaskan hal tersebut di
hadapan Kongres ISEI ke XVII di Bukittinggi, 30 Juli 2009. 30
Tudingan serius Sri-Edi Swasono itu tentu saja tidak
bersifat general dan berdasarkan banyak hal kalau dirunut secara
obyektif. Salah satunya termasuk, meminjam Tarli Nugroho, jalan
menikung para “Mafia Berekeley” (Widjojo Nitisastro, Suhadi,
Subroto, Emil Salim, Sumarlin, dan Ali Wardhana) yang menjadi
arsitek ekonomi Orde Baru.
Mafia Berkeley adalah julukan yang pertama kali diberikan
oleh David Harvey kepada Widjojo cum cuis, yang umumnya
lulusan Universitas Californa, Berkeley. Sayangnya, orang yang
kemudian harus menanggung akibat dari jalan menikung Mafia
Berkeley itu adalah Sumitro Djojohadikusumo, pendiri FE-UI
sekaligus guru Widjojo cs. Sumitro sering diringkus sebagai
“biang”nya, sebuah tuduhan yang tentu saja tidak tepat.
30 Fadli Zon.., ibid.., hlm. xxx-xxi.
xxxiii

