Page 73 - MAJALAH 105
P. 73
kepopulerannya sebagai artis di sempat heboh di
panggung hiburan tanah air, maka masyarakat adalah
Tanto tidak “alergi” jika label artis tentang keputusan
masih terus melekat kendati dirinya T a n t o w i y a n g
sudah menjadi anggota dewan. mengunjungi Negara
I s r a e l , p a d a h a l
“Saya sih enggak masalah jika I n d o n e s i a t i d a k
masih ada yang memanggil saya memiliki hubungan
artis. Karena bagaimanapun juga diplomatik dengan
saya besar dan dikenal masyarakat Negara tersebut.
karena kiprah saya sebagai pekerja
seni. Malah karena keartisan saya Untuk hal itu ayah
jugalah yang memudahkan saya d a r i M u h a m m a d
melenggang ke parlemen,”aku Adjani Prasanna yahya
Tantowi. ini memiliki alasan
sendiri. Per tama,
Ditambahkan Tantowi, baginya Ta n t o m e n g a k u
artis bukan sebuah profesi yang hina. bahwa kunjungan
Daripada disebut maling, koruptor, tersebut atas nama
atau “anggota dewan yang kena pribadi, bukan dalam
kasus itu”, Tantowi malah lebih suka kapasitasnya sebagai
jika dikatakan “anggota dewan yang an ggot a D P R R I.
artis ”. Suami dari Dewi Handayari Tantowi diundang
ini menyadari bahwa stigma artis di oleh salah seorang
Indonesia itu memang kurang baik temannya, Dr. Colin Rubenstein menjadi modal buat Indonesia
dalam konteks intelektualitas peran yang menjadi Ketua Australian untuk meyakinkan Pemerintah Israel
– peran yang dimainkan. Berbeda Jewish Association yang berpusat bahwa solusi hidup berdampingan
dengan di Negara lain, Amerika di Meulborne. Tanto mengenal dalam satu tanah itu merupakan
misalnya. Di Negara itu Tanto Colin sejak tahun 2007 silam, jauh solusi yang tepat.
melihat artis begitu terhormat dan sebelum dirinya menjadi anggota
dihormati, seperti Clint Eastwood, DPR. Selain Tantowi, sebenarnya Lebih dari itu Tanto berkeinginan
Robert Redford dan Jack Nicholson. dalam rombongan itu juga ikut untuk mengetahui apa yang sesung-
Mereka berdiri sama tinggi dengan beberapa wartawan senior, tiga guhnya terjadi disana. Selain itu ia
para diplomat. diantaranya adalah Pemimpin ingin agar Indonesia memiliki peran
Redaksi Koran Tempo, Pemred lebih daripada posisi sekarang yang
Apa yang membuat artis Indonesia Jakarta Post dan Wakil Pemred dari hanya sebagai observer semata.
mendapat stigma berbeda? Tanto Kompas. Indonesia kalau ingin menjadi tokoh
menilai hal tersebut dikarenakan perdamaian Israel – Palestina, itu
pertelevisian Indonesia masih Meski demikian Tantowi sadar tidak bisa lagi dalam posisi seperti
berorientasi sebagai dagangan. bahwa profesinya sebagai pejabat sekarang ini. Indonesia harus maju
Sehingga peran-peran yang negara seperti sekarang ini sudah sebagai juru runding.
dimainkan oleh artis kita itu, tidak bisa dipisahkan lagi, antara
yah peran – peran yang tidak Tantowi Yahya sebagai pribadi Tantowi berkeyakinan jika
mendidik. Jadi artis di Indonesia dengan Tantowi Yahya sebagai Indonesia menjadi juru runding
yang sesungguhnya well educated anggota dewan. Dikatakannya, pendamping, maka perdamaian
tetapi karena perannya misalnya selama menjadi anggota Komisi itu akan lebih cepat diraih. Hal
jadi pembantu jadi kelihatan tidak II, ia sudah dua kali berkunjung itu mengingat posisi Indonesia
pintar dan persepsi itu nempel di ke Palestina, jadi sempat bertemu sangat strategis, dimana mayoritas
masyarakat. dengan otoritas disana mulai dari penduduknya beragama Islam
PLO kemudian Hamas dan Fatah. dengan jumlah terbesar di dunia, hal
“Heboh” Pergi Ke Israel itu memungkinkan Indonesia untuk
Dari pertemuan itu Tantowi bisa diterima dengan baik oleh
Dalam melakoni perannya sebagai mengetahui bahwa sebenarnya seluruh negara Arab. Sementara
anggota dewan yang notabene perspektif mereka itu kurang lebih bagi Israel sendiri posisi Indonesia
menjadi wakil rakyat, Tanto memang sama dengan harapan kita semua. juga dianggap sebagai Negara yang
tergolong cukup vokal dan berani Mereka ingin hidup berdampingan netral untuk menjadi juru runding.
dalam menyampaikan pandangan secara bersahabat dan saling
dan kritik pedasnya kepada peme- menghormati dengan warga
rintah. Namun belakangan yang Palestina. Pihak-pihak itulah yang
PARLEMENTARIA EDISI 105 TH. XLIII, 2013 73

