Page 22 - REFORMA AGRARIA EKOLOGIS
P. 22

penyusun  regulasi  sudah membayangkan keragaman  tersebut
                ketika merumuskan perangkat kebijakan.
            6.  Skala  penanganan masih individu (by name,  by addres),
                sedangkan pemberdayaan membutuhkan penguatan kelompok
                agar  terwujud kemanfaatan bersama  atau kemanfaatan  dalam
                skala lebih luas, dan mengantisipasi kendala keberlanjutan karena
                halangan  tetap,  perpindahan  atau  kematian, ketidaksesuaian
                satuan  subjek  antara RO I  TA 2021  dan RO III  TA 2023  akan
                menyebabkan input  data RO III  TA 2023  tertolak  oleh  sistem
                informasi;
            7.  Skema Penataan  Akses belum  turut menyelesaikan masalah
                utama Reforma Agraria yaitu tanah bagi tuna kisma karena skema
                Penataan Akses yang dipilih masih berupa akses mengikuti aset
                dari  hasil  legalisasi  aset/pemberian hak  tanah  atas  program-
                program  sebelumnya, khusus  propinsi DIY,  redistribusi (hak)
                tanah  menjadi mustahil  dilakukan  karena  masalah  politik
                pertanahan yang menghidupkan kembali Domein Verklaring (DV)
                atas nama kearifan lokal. Sehingga, Pasal 33 ayat (3) Konstitusi
                dan TAP MPR RI No IX Tahun 2001 tidak dapat dijalankan karena
                terganjal peraturan perundangan di bawahnya.

                Praktik Penataan Akses RO II TA 2022 dan RO III TA 2023 di Desa
            Selopamioro, Kecamatan Imogiri, Kabupaten Bantul  tidak  sempat
            terekam dalam  buku seri  ke-1, akan tetapi praktik-praktik fasilitasi
            Kelembagaan dan  Pemasaran dikerjakan dengan  strategi  yang
            menjamin keberlanjutan. Penguatan Kelembagaan  secara  formal
            tidak  terfasilitasi  pada RO II  TA 2022  karena ketiadaan  anggaran,
            kegiatan ini kemudian diampu oleh Kanwil BPN Propinsi DIY dengan
            kegiatan berupa pendataan kembali respon masyarakat atas Penataan
            Akses RO I. Akhirnya, RO III TA 2023 mengerjakan dua agenda yaitu
            Penguatan Kelembagaan dan Fasilitasi Pemasaran, bahkan penguatan
            kapasitas SDM  dan infrastruktur  pemasaran masih berlangsung
            setiap minggu melalui Sekolah Tani yang kurikulumnya dirancang FS
            bersama SRA dan Mitra Kantor Pertanahan untuk menjawab masalah-
            masalah produksi hingga distribusi.




                                                                  BAB I   7
                                                            PENDAHULUAN
   17   18   19   20   21   22   23   24   25   26   27