Page 24 - REFORMA AGRARIA EKOLOGIS
P. 24
untuk Kewenangan Istimewa Bidang Kebudayaan yang dikelola
oleh Pemerintah Daerah Propinsi DIY.
c. Membuka peluang pemasaran alternatif yang mengarusutamakan
kelompok rentan sebagai mitra berupa kewirausahaan sosial
(sociopreneurship); karena kelompok rentan mengalami
situasi-situsi yang dapat membuatnya tersingkir dari kompetisi
yang dibayangkan normal oleh kebanyakan pelaku pasar dan
pengambil kebijakan, ini dilakukan terhadap UMKM Kerajian
Bambu.
d. Meretas ketergantungan sarana produksi, berupa pakan burung,
dengan merintis pengembangan sumberdaya genetik lokal, agar
ada peralihan dari impor ke swasembada secara bertahap, ini
dilakukan terhadap UMKM Penangkaran Burung.
Berbagai upaya dalam Penataan Akses RO I 2022 dan RO II 2023
telah membekali masyarakat dengan kesempatan, kapasitas, dan
kemanfaatan, akan tetapi keberdayaan dan keberlanjutannya masih
perlu diuji dalam Penataan Akses RO III TA 2024. Kedua hal ini sangat
tergantung dari substansi regulasi dan perangkat lapangan, apakah
mendukung keberdayaan dan keberlanjutan atau masih sebatas
formalitas?
Lalu, apa pembeda buku seri ke-3 ini dari seri-seri sebelumnya?
Buku Reforma Agraria Ekologis: Praktik Integrasi Penataan Akses
dengan Agenda Ekonomi, Sosial, Budaya dan Lingkungan Hidup di
Desa Panjangrejo, Kecamatan Pundong, Kabupaten Bantul, merupakan
dokumentasi dari eskperimen sungguh-sungguh integrasi Penataan
Akses dengan Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya
Ekonomi Berkelanjutan secara Ekologis (ramah lingkungan hidup)
yang sesuai dengan karakter sosial budaya di lokasi Penataan Akses.
Faktor kebaruan (novelty) Penataan Akses 2023 di Desa
Panjangrejo ialah sebagai berikut:
1. Penentuan lokasi Penataan Akses 2023 di Desa Panjangrejo
berasal dari usulan masyarakat yang ditindaklanjuti oleh
Kantor Pertanahan Kabupaten Bantul—penentuan lokasi pada
BAB I 9
PENDAHULUAN