Page 23 - REFORMA AGRARIA EKOLOGIS
P. 23

Terlepas bahwa instrumen lapangan Penataan Akses 2022 masih
            belum memadai, berbagai kekurangan RO I TA 2021  itu kemudian
            diperbaiki dalam praktik  Penataan Akses  RO I TA  2022 dan  RO II
            TA 2023, yang didokumentasikan pada buku seri ke-2, antara lain:
            1) Petugas Lapang/Field Staf (FS) berupaya sendiri mengidentifikasi
            persoalan  krusial  yang  belum  tersentuh  instrumen  lapangan,
            misalnya GEDSI (Gender Equality Disability Social Inclusion); 2) FS
            meramu ide  untuk  dapat menampung keragaman  persoalan  dari
            jenis  usaha yang berbeda dan  tidak beririsan satu sama lain, yaitu
            UMKM Kerajinan Bambu,  UMKM  Kerajinan  Wayang Kulit,  dan
            UMKM  Penangkaran Burung; 3)  FS memproduksi  pengetahuan
            terkait Penataan Akses untuk masyarakat dalam bentuk brosur agar
            Penataan Akses dipahami dengan benar oleh SRA dan mengurangi
            risiko konflik SRA dengan Kantor Pertanahan karena misinformasi;
            4)  FS  melakukan  pendampingan  yang  dampaknya berkelanjutan
            serta bersifat fundamental (mendasar) bagi pencapaian target-target
            ekonomi—hingga RO I  TA 2023,  target ini masih  dominan  dalam
            rezim Penataan Akses ala Hernando de Soto yang diamini dan diimani
            oleh Kementerian ATR/BPN, pendampingan-pendampingan tersebut
            antara lain:

            a.  Merumuskan  dan mengeksekusi  bentuk inovasi  yang  tidak
                membutuhkan banyak usaha (effortless innovation) untuk UMKM
                Kerajinan Bambu karena inovasi yang diupayakan selalu jalan di
                tempat, dalam arti  pelatihan  inovasi  tidak  mengubah  perilaku
                produsen, mereka tetap kembali menekuni produk konvensional.
                Penyebabnya, inovasi dinilai tidak menguntungkan oleh pelaku
                UMKM dan ketiadaan jaminan serapan pasar;
            b.  Masalah-masalah  administrasi kelembagaan (kelengkapan
                organisasi:  Anggaran Dasar/Anggaran Rumah  Tangga, Garis
                Besar Haluan Kerja, serta Mekanisme Organisasi yang mengatur
                manajemen informasi,  manajemen  akses  sumberdaya,  resolusi
                konflik dan pola pengambilan keputusan), ini dilakukan terhadap
                ketiga UMKM  dampingan. Khusus  untuk UMKM Kerajinan
                Wayang kulit keterampilan administrasi ini akan sangat berguna
                untuk  akses  sumberdaya berupa Dana Keistimewaan (APBN)


            8     REFORMA AGRARIA EKOLOGIS:
                  Praktik Penataan Akses Ramah Lingkungan di Desa Panjangrejo, Kecamatan Pundong, Kabupaten Bantul
   18   19   20   21   22   23   24   25   26   27   28