Page 28 - REFORMA AGRARIA EKOLOGIS
P. 28
mengetahui syarat, ketentuan dan standar pelayanan pertanahan.
Dan, untuk BPN, peningkatan kapasitas SRA ini meningkatkan
performa kerja BPN karena melayani.
Ketika diniatkan untuk benar-benar menjadi bagian dari Reforma
Agraria, Penataan Akses sangat mungkin turut menjadi bagian dari
penyelesaian dan bukan bagian dari persoalan—keberhasilan simbolik
merupakan persoalan karena hanya klaim keberhasilan tanpa dampak
nyata. Namun, untuk menjadi bagian dari penyelesaian, masih
diperlukan keberanian dan kreatifitas pelaksana Penataan Akses
karena instrumen lapangan belum memberdayakan masyarakat
bahkan dalam aras Kuesioner sekalipun—kebanyakan data ekonomi
sosial yang dihimpun tidak berguna untuk intervensi program dan
bisa diakses melalui OPD, demikian juga Petunjuk Teknis masih
ramah kepada kaum bertanah semata.
Penataan Akses semestinya selaras dengan cita-cita Reforma
Agraria, bukan fasilitasi aktivitas bisnis semata, terlebih hanya
mengarah pada mekanisme perbankan yang rawan pasar tanah dan
tidak ramah bagi masyarakat adat yang hak-hak agrarianya tidak
termasuk kategori jenis-jenis hak yang dapat diagunkan. Alternatif
model ekonomi berkelanjutan non perbankan semestinya juga
difasilitasi dalam perangkat regulasi dan kebijakan.
Ada harapan bahwa Perpres No 62 Tahun 2023 tentang Percepatan
Pelaksanaan Reforma Agraria menutup peluang bagi keberhasilan
simbolik dan secara substansi selaras dengan Ketetapan MPR RI No
IX Tahun 2001 dan UUPA serta aturan pelaksanaannya.
BAB I 13
PENDAHULUAN