Page 48 - Seni Dan Teknik Mengajar Daring
P. 48

SENI DAN TEKNIK MENGAJAR DARING



                     Terdapat 4 ciri khas proses PAKEM, yaitu : Pertama, proses interaksi (siswa berinteraksi
               secara  aktif  dengan  guru,  rekan  siswa,  multimedia,  referensi,  lingkungan  dan  sebagainya,

               Kedua, proses komunikasi  (siswa mengkomunikasikan pengalaman belajar mereka melalui
               cerita,  dialog,  atau  melalui  simulasi  role  play). Ketiga,  proses  refleksi,  (siswa  memikirkan

               kembali tentang kebermaknaan apa yang telah mereka pelajari, dan apa yang telah mereka

               lakukan),  dan  keempat,  proses  eksplorasi  (siswa  mengalami  langsung  dengan  melibatkan
               semua indera mereka melalui pengamatan, percobaan, penyelidikan, atau wawancara. Salah

               satu landasan pengembangan PAKEM berdasarkan pilar yang dikembangkan oleh UNESCO
               terkait pendidikan dan pelatihan yang meliputi : (1)Learning to Know, (2)Learning to Do (3)

               Learning to Life Together dan (4) Learning to Be.


                     Pengejawantahan pola PAKEM menuntut guru atau Pengajar untuk dapat melaksanakan
               4 hal berikut supaya tecapai optimal pembelajaran.

                   1.  Perencanaan matang
                   2.  Kesempatan pembelajaran yang aktif dan variasi bagi pembelajar/siswa

                   3.  Pengelolaan lingkungan belajar yang aktif
                   4.  Penilaian terhadap aktivitas siswa.


                     Pendekatan  tersbut  di  atas  dapat  menjadi  landasan  dalam  mengembangakan
               pembelajaran  yang  menyenangkan  diantaranya  dengan  situasi  yang  dikondisikan  dalam

               aktivitas  bermain.  Suasana  yang  santai  tidak  tegang  akan  mendukung  pencapaian  tujuan
               pembelajaran.  Melalui  bermain  dan  berbagai  permainan  yang  menyenangkan,  peserta  ajar

               dapat mengembangkan semua potensinya secara optimal, baik potensi fisik maupun mental
               intelektual  dan  spritual  dalam  sebuah  pembelajaran.  Kemampuan  guru  /pengajar/fasilitator

               dalam mengelola klas di uji untuk dapat melaksanakan pembelajaran yang menyenangkan.

               Ketrampilan  pengelolaan  kelas  meliputi  kemampuan  untuk  bersikap  hangat  dan  antusias,
               luwes,  menantang  siswa  untuk  berpikir  kritis  dan  aktif  serta  pemberian  motivasi  yang

               bermakna bagi pembelajar maupun pengajar.

               Berikut gambaran secara garis besar tentang joyful learning:
                  a.  Peserta ajar terlibat dalam berbagai kegiatan yang mengembangkan pemahaman dan

                       kemampuan mereka dengan penekanan pada belajar melalui berbuat;
                  b.  Pengajar  menggunakan  berbagai  alat  bantu  dan  cara  membangkitkan  semangat,

                       termasuk  menggunakan  lingkungan  sebagai  sumber  belajar  untuk  menjadikan
                       pembelajaran menarik, menyenangkan, dan cocok bagi peserta ajar;




                                                           48
   43   44   45   46   47   48   49   50   51   52   53