Page 51 - Seni Dan Teknik Mengajar Daring
P. 51
SENI DAN TEKNIK MENGAJAR DARING
pembelajar dengan pengajar, sesame pembelajara materi pembelajaran dan semua aktivitas
belajar dan mengaitkan teori dengan praktik dan kehidupan sehari-hari.
Pembelajaran daring adalah pembelajaran yang dapat memberikan pengalaman belajar.
Merujuk pendapat ahli dalam buku Mel Siberman 101 Ways to Make Training Active-
Coaching terdapat 10 langkah untuk dapat memfasiliatsi kegiatan yang berpengalaman
(Experiental Activities). Berikut yang dapat kita manfaatkan yakni :
(1) Perjelas tujuan kegiatan. Peserta akan memahami apa dan mengapa harus dikerjakan
(2) Sampaikan manfaatnya. Jelaskan mengapa harus mengerjakan dan hubungannya
dengan kegiatan sebelumnya.
(3) Bicara secara pelahan saat memberikan arahan. Bila perlu kita sediakan bahan
tayang sehingga instruksi jelas.
(4) Demonstrasikan kegiatan secara langsung dan utuh. Hal ini akan menjadi
pertimbangan peserta sebelum melakukan hal serupa.
(5). Bagi peserta dalam kelompok sebelum memberikan instruksi yang komplek. Kalau
tidak nanti peserta bisa kelupaan saat bergabung dengan kelompok mereka.
(6) Informasikan alokasi waktu yang tersedia. Hal ini akan sangat membantu bagi peserta
untuk dapat menyelesaikan tugasnya dengan baik.
(7) Jaga Kontinuitas kegiatan. Peserta memiliki otoritas penuh secara waktu dan
kesempatan dalam penugasan simulasi. Hindari dengan ‘gangguan berupa pertanyaan di
flip chart/blackboard dan pastikan alokasi waktu sesuai.
(8) Tantang peserta. Berikan stimulus pancingan dengan sedikit ketegangan. Karena bila tugas
relative mudah maka peserta akan ogah2an/lesu.
(9). Diskusikan kegiatan. Bila kegiatan selesai, undang peserta untuk saling sharing dan
apresiasi terkait pembelajaran dan pendalaman maknanya
(10)Pandu diskusi secara terarah. Hadirkan keterlibatan aktif partisipasi dari peserta.
Pancing untuk dapat memberikan pendapat yang membangun sesuai tema materi,
Dengan pembelajaran menyenangkan ini diharapkan peserta ajar dapat mengikuti
pembelajaran dengan nyaman. Dengan demikian, makna belajar bukan berangkat dari sesuatu
yang benar-benar belum diketahui, tetapi merupakan keterkaitan dari dua pengetahuan yang
sudah ada dengan pengetahuan yang baru. Belajar pada hakikatnya adalah proses interaksi
terhadap semua situasi yang ada di sekitar individu. Artinya, seluruh aktivitas peserta ajar
memperhatikan sesuatu merupakan proses belajar. Tujuan belajar adalah memperoleh dengan
suatu cara yang dapat melahirkan suatu kemampuan intelektual, merangsang keingintahuan,
51