Page 49 - Seni Dan Teknik Mengajar Daring
P. 49
SENI DAN TEKNIK MENGAJAR DARING
c. Pengajar mengatur kelas dengan memajang buku-buku dan bahan belajar yang lebih
menarik dan menyediakan pojok baca. Pengajar menerapkan cara mengajar yang lebih
kooperatif;
d. Interaktif, termasuk cara belajar kelompok; dan
e. Pengajar mendorong peserta ajar untuk menemukan caranya sendiri dalam pemecahan
suatu masalah, untuk mengungkapkan gagasannya, dan melibatkam peserta ajar dalam
menciptakan lingkungan lembaga diklatnya.
Pembelajaran menyenangkan merupakan suasana belajar mengajar yang dapat
memusatkan perhatiannya secara penuh saat belajar sehingga waktu penyelesaian tugas (time
on task) tinggi. Pembelajaran menyenangkan dapat diartikan sebagai pembelajaran yang dapat
menarik perhatian peserta ajar dengan berbagai metode yang diterapkan, sehingga saat
pembelajaran berlangsung peserta ajar tidak merasa bosan. Dengan demikian, dapat dikatakan
bahwa pembelajaran menyenangkan adalah suatu proses pembelajaran yang berlangsung dalam
suasana yang menyenangkan dan mengesankan. Suasana pembelajaran yang menyenangkan
dan berkesan akan menarik minat peserta ajar untuk terlibat secara aktif, sehingga tujuan
pembelajaran dapat dicapai maksimal. Termasuk dalam pengelolaan kelas untuk pembelajaran
menyenangkan yakni saat pengajar mampu menyapa hangat dan memberikan kesan aura
positif. Karena sapaan hangat dan raut wajah cerah memantulkan energi positif yang dapat
mempengaruhi semangat peserta ajar dalam hal:
a. Menciptakan suasana rileks, yaitu dengan menciptakan lingkungan yang nyaman.
Dengan mengatur posisi tempat duduk secara berkala sesuai keinginan peserta ajar.
Selain itu, ciptakanlah suasana kelas dimana peserta ajar tidak takut melakukan
kesalahan.
b. Memotivasi peserta ajar, adalah sebuah konsep utama dalam banyak teori
pembelajaran. Motivasi ini sangatlah dikaitkan dengan dorongan, perhatian,
kecemasan, dan umpan balik/penguatan.
Ciri ciri pembelajaran yang menyenangkan adalah:
a. Menciptakan lingkungan tanpa stres (rileks).
b. Materi yang diberikan relevan tingkat perkembangan peserta ajar
c. Belajar secara emosional, seperti adanya humor dan dukungan semangat.
d. Melibatkan semua indera dan otak kiri (analitis) maupun otak kanan (sosial).
e. Menantang peserta ajar dan mengekspresikan apa yang sedang dipelajari.
49