Page 130 - THE SERENDIPITY OF FIRST SIGHT BY GAMALIA15
P. 130
mobil, aku memutar lagu "Episode Terbaik" dari Ade Govinda.
Melodinya seolah menjadi latar suara yang sempurna untuk
perasaanku saat ini. Bertemu dan menghabiskan waktu serta
merencanakan masa depan dengannya adalah episode terbaik
dalam hidupku. Namun, di tengah lagu itu, aku menangkap
guratan kesedihan di wajahnya. Apakah ia juga terharu? Atau ada
hal lain? Farras kemudian mulai bercerita tentang titik terendah
dalam hidupnya tiga tahun silam. Aku hanya bisa menerka-nerka
dalam diam, apakah itu saat dunianya runtuh karena kepergian
sang mama? (Sebuah teka-teki yang akhirnya kutemukan
jawabannya di bulan Maret 2026).
Kami mengakhiri hari itu di Bakmi Golek, tak jauh dari
kosanku. Hujan semakin deras di luar, menciptakan tirai air yang
memisahkan kami dari dunia luar. Di lantai dua, kami duduk
bersebelahan, menikmati semangkuk bakmi dalam keheningan
yang nyaman. Kami terlalu lelah untuk bersuara, namun
kehadiran satu sama lain sudah cukup untuk menjelaskan
segalanya.
Pukul 13.30, mobilnya kembali terhenti di depan kosanku.
Aku meraih tangannya, menciumnya dengan takzim sebagai tanda
pamit. Hari Minggu ini berakhir, meninggalkan jejak manis
tentang sebuah "rumah kita" yang kini mulai nyata dalam angan.
130

