Page 134 - THE SERENDIPITY OF FIRST SIGHT BY GAMALIA15
P. 134
Bisa dibayangkan betapa tersiksanya aku saat itu.
Mengenakan sweater yang tebal, dalam kondisi perut yang baru
saja kenyang telanjur terisi penuh, dan kini harus berjalan kaki
cukup jauh. Dalam hitungan menit, keringatku mulai bercucuran
di balik pakaianku. Rasa kesal mulai menjalar di dada, dan aku
tahu persis, ekspresi sebal di wajahku adalah pemandangan yang
sengaja ingin ia nikmati malam itu.
Setibanya di bilik ATM, aku segera menyelesaikan transaksi.
Begitu keluar, aku melihat Farras yang menunggu dengan wajah
cemas. Sebuah ide jahil mendadak melintas di kepalaku untuk
membalas dendam perbuatannya tadi. Dengan raut wajah sedatar
mungkin, aku menatapnya lalu berkata, "Gak bisa, transaksisanya
gagal."
Seketika itu juga, raut wajah Farras berubah drastis. Kepanikan
yang nyata tergambar di wajahnya, mengingat malam ini adalah
batas waktu terakhir (deadline) untuk melunasi item game
incarannya.
"Eh, serius?!" tanyanya dengan suara yang panik.
Melihat ekspresinya yang begitu tegang, pertahananku runtuh.
"Bisa, kok!" seruku sambil tertawa lepas, memamerkan bukti
transfer.
134

