Page 132 - THE SERENDIPITY OF FIRST SIGHT BY GAMALIA15
P. 132

Sayangnya, warung pecel ayam langganan kami malam itu

          penuh sesak oleh pengunjung. Tak ingin membuang waktu dalam

          antrean  yang  mengular,  kami  memutuskan  untuk  mencari
          alternatif  lain.  Pilihan  kami  akhirnya  jatuh  pada  sebuah  kedai

          pecel  ayam  sederhana  di  pinggir  jalan  yang  suasananya  terasa
          lebih bersahabat. Di sana, kami memesan dua porsi ayam goreng,

          nasi uduk yang aromanya menggugah selera, serta dua gelas es teh

          manis untuk melepas dahaga.
               Sembari  menunggu  pesanan  datang,  mata  Farras  mulai

          meneliti penampilanku dari atas ke bawah.

          "Kenapa  outfit-nya  harus  satu  set  begitu?",  ledeknya  sambil
          sedikit tertawa.

          Aku  menunduk,  memandangi  setelan  jogger dan  sweater  crop

          bermotif alien yang sedang kukenakan. Sebenarnya, pakaian ini
          jauh lebih cocok digunakan untuk jogging  . Namun, malam ini rasa

          malas untuk memadu padankan pakaian sedang memuncak, jadi

          aku menyambar apa saja yang ada di lemari. Lagipula, sweater    ini
          dilengkapi    hoodie      yang     sangat    fungsional     untuk

          menyelamatkanku dari keharusan mencatok rambut yang sedang

          berantakan.
          "Nggak  usah  banyak  komentar,  ya.  Makan  malam  ini,  gue  yang

          bayar. Lagipula habis ini lo juga mau pinjam duit ke gue, 'kan? Jadi


                                                                        132
   127   128   129   130   131   132   133   134   135   136   137