Page 141 - THE SERENDIPITY OF FIRST SIGHT BY GAMALIA15
P. 141
BAB 29 : FILOSOFI AZELLINE
28 November 2025: Sketsa Azelline di Ruang Tunggu
Fajar menyapa dengan keheningan yang tak biasa. Layar
ponselku tetap gelap, tak ada getar akrab yang biasanya
mengawali hariku. Pagi ini, Farras tidak meneleponku. Sebuah
anomali kecil di antara rutinitas kami yang biasanya begitu presisi.
Namun, jemariku tak lantas mengetik tanya yang dipenuhi
kecurigaan. Pikiranku mengembara pada kemungkinan-
kemungkinan yang wajar, mungkin ia diculik rasa kantuk hingga
kesiangan, atau mungkin ia harus bergegas lebih awal karena
rentetan agenda meeting yang padat. Tak ada ruang untuk
prasangka buruk di benakku kala itu.
Waktu bergulir lambat hingga smartwatch ku menunjuk
angka 10.01 WIB. Sebuah notifikasi memecah sepi, membawa
nama yang sejak tadi kunanti.
"Pagi ayangg, ai baru bangun, kesiangan."
Aku tertegun sejenak, membaca baris kalimat itu dengan dahi
berkerut. Ada rasa terkejut yang menggelitik. Ia kemudian
menjelaskan bahwa hari ini ia mengambil Work From Home
(WFH) karena badannya mendadak demam. Di sinilah letak
ironinya; biasanya, setiap kali Farras terbebas dari belenggu
141

