Page 185 - THE SERENDIPITY OF FIRST SIGHT BY GAMALIA15
P. 185
saldo Flazz. Setelah urusan itu selesai, kami segera memutar arah
untuk benar-benar pulang. Hari itu terasa amat panjang,
melelahkan, dan basah oleh sisa hujan.
Di tengah perjalanan pulang, ponselku kembali bergetar. Kali
ini dari Uda. Dia menanyakan keberadaanku karena mengingat
cerita terakhirku yang sedang berada di Central Park. Begitu aku
menceritakan bahwa aku tersesat hingga ke Jakarta Timur, nada
suaranya berubah panik. Di tengah kesibukannya yang masih
harus bekerja, Uda terus memantau posisiku lewat sambungan
telepon, memastikan aku baik-baik saja. Sembari mendengarkan
suaranya, batinku berbisik lirik, andai saja Uda tinggal di Jakarta
Timur, aku sangat yakin dia tanpa ragu akan datang menjemputku
saat ini juga.
Jarum jam sudah menunjukkan pukul 19.30 WIB ketika kami
akhirnya menginjakkan kaki di area kost. Dengan langkah kaki
yang gontai dan raga yang nyaris remuk, kami saling berpamitan
untuk masuk ke kamar masing-masing. Di atas kasur, dalam
keheningan kamar, rasa lelah fisikku melebur menjadi satu
dengan rasa kecewa dan amarah yang mendalam kepada Farras.
Aku menatap langit-langit kamar dengan tatapan kosong,
merajut sebuah janji pada diriku sendiri. Rasa sakit karena
diabaikan ini tidak akan kubiarkan menguap begitu saja. Suatu
185

