Page 190 - THE SERENDIPITY OF FIRST SIGHT BY GAMALIA15
P. 190
ke Cirebon sejauh ini karena ini adalah pertama kali dia menyetir
jauh. Lemah sekali laki-laki ini, pikirku dalam hati sambil
menahan senyum. Sembari menunggu ia menyesap kopi dan
mengunyah gorengan, aku menyempatkan diri ke toilet.
Sekitar 20 menit kami beristirahat di rest area, Farras
mengajakku untuk melanjutkanh perjalanan dengan suasana hati
yang mulai membaik. Ia mulai kembali menjadi Farras yang
jenaka.
"Beb, pegang tanganku, aku mau bikin story," pintaku manja saat
mobil mulai melaju diiringi dengan alunan lagu berjudul “Kota ini
tak sama tanpamu” dari Nadhief Basalamah . Kami mengambil
beberapa kali take video hingga ia merasa genggaman tangannya
terlihat pas karena dia selalu bercanda. Tak jarang pula ia
melontarkan pertanyaan polos, "Beb, orang-orang daerah kayak
Cirebon kerjanya apa, sih?"
Aku merasa seperti sedang membawa anak kecil yang baru
pertama kali keluar dari hiruk-pikuk megapolitan.
Begitu keluar dari gerbang tol Palimanan, ia tampak terperanjat.
Cirebon menyambutnya dengan wajah aslinya, tanpa gedung
pencakar langit, tata kota yang terasa acak, dan debu yang
beterbangan.
“ini Cirebon?” serunya kaget.
190

