Page 192 - THE SERENDIPITY OF FIRST SIGHT BY GAMALIA15
P. 192
pemakaman di sebuah daerah bernama Kejaksan. Farras
berencana mau kesana, namun setelah bapak bilang itu jauh,
akhirnya Farras mengurungkan niatnya. Dia juga bilang pada
keluargaku bahwa harusnya aku mengajaknya ke Cirebon dengan
kereta saja karena dia ingin merasakan sensasi naik kereta yang
belum sempat ia rasakan, aku Cuma tersenyum kecut. Tak lama
kemudian Farras pamit ke mushalla. Aku menyusulnya ke sana
ketika aku merasa dia sudah terlalu lama tidak pulang dan dia tak
ada. Rupanya ia kembali ke rumah Uwa untuk memasukkan
mobilnya ke dalam garasi sesuai perintah Bapak.
Aku melihat Farras dari kejauhan ketika aku menuju rumah
uwa Sosoknya yang berkulit bersih tampak kontras saat
mengobrol dengan Uwa. Setelah urusan kunci motor dan menyapa
beberapa kerabat di sekitar, aku mengajaknya makan. Di luar
dugaan, ia makan dengan sangat lahap, seolah jatuh cinta pada
tumis kangkung masakan Mamah.
Setelah makan, aku dan Farras duduk di depan rumah. Dia
mengambil sepuntung rokok, entah batang yang ke berapa yang
jelas sudah aku peringatkan karena keluargaku sendiri tidak ada
yang merokok. Dia masih saja membahas perihal tragedi
kantornya yang membuat dia dimarahi atasannya. Diantara
192

