Page 196 - THE SERENDIPITY OF FIRST SIGHT BY GAMALIA15
P. 196

"Aku mau pulang"   lanjutnya dengan suara parau.

          "Kan aku udah bilang,  ngga usah maksa ikut ke Cirebon. Firasatku


          benar  kan  kamu  akan  minta  pulang  terus" sahutku,  tetap
          memaksanya  untuk  segera  bersiap  karena  tidak  mungkin  kami

          terus berada di sana dalam keadaan seperti itu.
               Uwa  sudah  menunggu  dengan  hidangan  yang  masih

          mengepul di luar kamar .

          "Ammar sakit, Wa. Badannya demam,"      kataku, mencoba memberi
          penjelasan yang masuk akal.

          Sambil  menunggu  Farras  bersiap-siap,  aku  bergabung  di  meja

          makan dengan perasaan yang tidak karuan. Tak lama kemudian,
          dia  muncul  dan  duduk  bersama  kami.  Jantungku  berdegup

          kencang, dan benar saja, di sela-sela makan, Uwa mulai menasihati

          kami untuk segera merencanakan pernikahan. Sebuah wejangan
          yang terasa begitu berat di tengah situasi yang sedang tidak baik-

          baik saja ini.

          "Gila, buru-buru banget"  gerutunya saat kami sudah berpamitan.
          "Udah,  ngga  usah  dipikirin.  Aku  aja  masih  ragu  sama  kamu,"

          imbuhku ketus, meski sebenarnya itu hanya tameng agar dia tidak

          merasa terbebani.
               Sesuai permintaannya, kami berhenti sejenak untuk sarapan

          bubur  ayam  ditengah  perjalanan  menuju  rumah,  aku  memang


                                                                        196
   191   192   193   194   195   196   197   198   199   200   201