Page 194 - THE SERENDIPITY OF FIRST SIGHT BY GAMALIA15
P. 194
BAB 37 : ENIGMA DI BALIK KELAMBU FARRAS
25 Desember 2025: Pulang Tanpa Tenang
Mentari pagi itu menyapa Cirebon dengan cahaya yang
begitu benderang, seolah tak mau kalah dengan semangat hari
Natal yang menyelimuti kota. Jarum jam baru saja menyentuh
angka enam, namun aku sudah bergegas membelah jalanan
menuju rumah Uwa. Pikiranku berkecamuk, ada rasa cemas yang
mendesak; aku harus menjemput Farras sebelum Uwa sempat
melontarkan rentetan pertanyaan yang mungkin akan
membuatnya merasa terpojok.
"Ammar belum bangun ," ucap Uwa saat menyambutku di ambang
pintu.
Ya, di hadapan keluargaku, Farras memperkenalkan dirinya
sebagai Ammar. Aku mencoba melempar senyum tipis untuk
menutupi kegelisahan.
"udah kok, Wa. Tadi dia sholat subuh, mungkin sekarang masih di
dalam kamar."
Namun, saat aku melangkah masuk ke kamarnya, pemandangan
yang tersaji membuat dadaku sesak seketika. Dia masih terlelap.
Astaga! Dalam hati, aku merutuki keputusanku sendiri.
Membawanya pulang ke Cirebon kali ini rasanya seperti sebuah
194

