Page 191 - THE SERENDIPITY OF FIRST SIGHT BY GAMALIA15
P. 191
“Ngga usah ngeluh, aku udah bilang sebelumnya kamu ngga usah
ikut ke Cirebon karena aku tau kamu pasti bakal komen kaya gini”
sahutku.
"Aku cuma shock aja lihat Cirebon," gumamnya saat aku meledek
rasa terkejutnya.
Saat rumah sudah dalam jangkauan, aku mulai mengenakan
hijab. Mamah terus mengirim pesan, seolah tidak sabar
menyambut tamu spesialnya. Namun, Farras kembali protes, "Kok
dipakai hijabnya? Aku lebih suka kamu nggak pakai." Aku hanya
menjawab singkat bahwa inilah diriku yang sebenarnya, dan ia
pun terdiam dalam mood yang mendadak mendung.
Aku memintanya memarkir mobil di garasi Uwa, kakak dari
Bapak. Kami harus berjalan beberapa meter menuju rumah. Aku
menarik koperku sendiri, sementara ia berjalan di sampingku
tanpa inisiatif untuk membantu. Ah, rasa kesalku kembali muncul.
Tiba di rumah, Bapak sedang sibuk dengan burung-burung
peliharaannya. Kami bersalaman, dan kubiarkan Farras duduk
mengobrol bersama Bapak sementara aku mencari Mamah yang
ternyata sedang pergi urusan keluarga. Farras menceritakan
bahwa sebelumnya dia pernah ke Cirebon untuk berziarah ke
makam sahabatnya. Farras menanyakan Lokasi pemakaman
tersebut kepada bapak dan bapak memperkirakan itu adalah
191

