Page 188 - THE SERENDIPITY OF FIRST SIGHT BY GAMALIA15
P. 188

"Tapi kalau kamu mau hari ini nggak apa-apa. Jam 11 aku on the

          way ya, aku mau potong rambut dulu."

          Aku  hanya  bisa  menghela  napas  panjang.  Padahal  kemarin  ia
          berjanji  akan  merapikan  rambutnya  lebih  awal  agar  tampak

          bersahaja  di  depan  orang  tuaku.  Kenyataannya?  Ia  baru  akan
                                                            ,
          melakukannya  di  jam  keberangkatan.  Huahh hatiku  mulai
          dongkol.

               Waktu  merangkak  ke  angka  sebelas  lewat  sedikit  ketika
          sebuah  Xpander  hitam  perlahan  terparkir  di  depan  gerbang

          kosku.  Aku  segera  turun  dengan  perasaan  campur  aduk  antara

          senang yang membuncah karena momen bersejarah ini, sekaligus
          sedikit  sanksi.  Namun,  saat  pintu  mobil  terbuka,  kekesalanku

          kembali  memuncak.  Alih-alih  kemeja  rapi  yang  memancarkan

          wibawa seperti penampilannya saat ke kantor, Farras justru santai
          dengan kaos polo dan celana jogger   kebanggaannya.

          "Kamu serius pakai baju ini?"  protesku langsung.

          Aku  hanya  ingin  ia  terlihat  tampan  di  depan  keluarga  besarku.
          Bayanganku adalah sosok laki-laki Jakarta yang gagah, namun ia

          hanya  cengengesan  dan  menjawab  enteng,  "aku  cuma

          menyesuaikan suasana Cirebon, Beb."
          Seolah-olah keluargaku akan keberatan melihatnya tampil rapi.





                                                                        188
   183   184   185   186   187   188   189   190   191   192   193