Page 193 - THE SERENDIPITY OF FIRST SIGHT BY GAMALIA15
P. 193
obrolan kami, tiba-tiba kakak mamah datang dan aku menyuruh
Farras untuk salim.
"Kok kayak orang China?" seru uwa, kakak dari mamah.
“Emang china”, sahutku bangga.
Keadaan menjadi lebih riuh dari rencana awal. Alih-alih hanya
bertemu Bapak dan Mamah, aku malah mengenalkan Farras pada
semua keluarga besarku.
Selepas Maghrib, aku mengantar Farras ke rumah Uwa
bersama mamah dan bapak karena ia akan menginap di sana.
Rencana awal untuk menginap di hotel dibatalkan karena
larangan keras dari Uwa. Setelah Farras pamit untuk beristirahat,
aku justru dihadapkan pada situasi yang membuatku bergidik.
Keluarga besarku berkumpul, memberikan nasihat agar
hubungan ini segera diresmikan. Uwa bahkan berniat
"menodongnya" besok pagi.
Hatiku tak karuan. Aku hanya ingin memperkenalkannya,
bukan langsung menjebaknya dalam pembicaraan pernikahan
yang berat. Malam ini, mataku enggan terpejam. Aku terus
membayangkan bagaimana reaksi Farras besok pagi. Sebelum
Uwa sempat menemuinya dan membuatnya "kena mental", aku
harus menjemputnya lebih awal. Pagi, datanglah lebih cepat.
193

