Page 197 - THE SERENDIPITY OF FIRST SIGHT BY GAMALIA15
P. 197
menjemputnya dengan motor karena lelah. Namun, di sela-sela
suapannya, dia kembali merengek, "Mau pulang sekarang."
Kesabaranku habis. "Ya udah, abis ini kamu pulang aja
duluan. Aku pulang sendiri aja naik kerete karena liburku masih
lima hari. Aku butuh waktu lebih lama di sini, karena ngga tau
kapan lagi aku bisa dapat libur untuk pulang ke Cirebon." seruku
kesal.
“Becandaa” jawabnya cengengesan.
Sesampainya di rumah, aku memberi tahu mamah kalau kami
baru saja makan bubur. "Padahal mamah udah masak loh," sahut
mamah dengan nada kecewa.
"Gina ngga bilang dirumah udah masak, tau gitu mending makan
di rumah aja" timpal Farras dengan ringannya.
Aku hanya bisa menghela napas. Dia memang pria yang sangat
pandai memutar balikkan fakta di depan orang tuaku.
Hari kedua di Cirebon berlalu dengan sangat monoton.
Sepanjang hari, dia hanya menghabiskan waktu dengan tidur di
lantai ruang tamu. Rasa tidak enakku kepada keluarga kian
menumpuk.
"Farras kenapa tidur terus?" tanya mamah heran.
"Lagi demam mah" jawabku, mencoba membentengi citranya
meski hatiku sendiri terasa panas.
197

