Page 200 - THE SERENDIPITY OF FIRST SIGHT BY GAMALIA15
P. 200

menerima ajakan Farras, namun karena ini adalah malam terakhir

          dan  dia  ingin  melihat  suasana  malam  Cirebon,  akhirnya  aku

          mengiyakan. Terlebih dia sudah mengalah untuk menginap lagi
          hari ini.

               Saat  aku  mengambil  kunci  mobil,  Zea  bertanya  aku  akan
          kemana dan pada saat aku bilang akan pergi dengan om Farras,

          dia  merengek  ingin  ikut.  Dari  awal  bertemu  Farras,  Zea  seolah

          ingin menempel terus pada Farras. Aku sempat melarang, namun
          Farras justru mengajaknya. Kami menuju gerai McD yang berjarak

          40 menit dari rumah. Selama perjalanan, dia terus mengeluh soal

          jarak yang jauh. Namun, sesampainya  di sana, pemandangan di
          depanku berubah drastis. Farras menggandeng tangan kecil Zea


          dengan  lembut.  Dia  memesankan  Happy  Meal karena  tahu  Zea
          menyukai hadiah mainannya. Melihat perhatiannya yang tiba-tiba
          meluap untuk keponakanku, ada rasa hangat yang menyelinap di

          hatiku. Bahkan saat aku melarang beberapa hal pada Zea, Farras

          menyela  omonganku  “biarin  aja,  anak  kecil  jangan  dilarang-
          larang”, namun aku bersih keras bahwa kalau terkait attitude itu

          tidak ada kata tolerir.

               Pesanan kami sampai, aku terus menatap jam. Aku meminta
          Zea dan Farras untuk segera menyelesaikan makan. Aku merasa

          tidak enak hati kepada Uwa jika pulang terlalu larut, terlebih kami


                                                                        200
   195   196   197   198   199   200   201   202   203   204   205