Page 202 - THE SERENDIPITY OF FIRST SIGHT BY GAMALIA15
P. 202

BAB 38 : DEKLINASI RASA DALAM KABIN


             26 Desember 2025: Akhir Cerita di Kota Udang


               Hari ini adalah lembar terakhir dari catatan perjalananku di

          Cirebon. Sejujurnya, kepulanganku ke Jakarta seharusnya terjadi
          jauh lebih awal. Aku sempat berencana hanya akan singgah satu

          malam, sekadar memejamkan mata, karena telingaku sudah panas

          mendengar  Farras  yang  tak  henti-hentinya  merengek  ingin
          pulang.  Namun,  intervensi  Mama  mengubah  segalanya.  Beliau

          memintaku  tinggal  satu  malam  lagi,  dan  secara  ajaib,  Farras

          mengiyakan tanpa bantahan berarti.
               Pagi  menyapa  dengan  rutinitas  yang  mulai  terasa

          menjemukan. Aku memacu kendaraan menuju rumah Uwa untuk
          menjemput Farras, dan seperti dugaan yang tak pernah melesat,

          sang  "Tuan  Muda"  masih  terlelap  di  balik  selimutnya.  Alih-alih

          merusak suasana pagiku dengan emosi yang sia-sia, aku memilih
          menepi sejenak ke pasar. Aku butuh mencari buah tangan yang

          sesuai  dengan  seleraku.  Mama  memang  sudah  menyiapkan
          kerupuk  dan  terasi,  namun  entah  mengapa,  garis  selera  kami

          selalu berada di kutub yang berbeda. Aku memborong berbagai

          camilan  khas  Cirebon  dan  menyisipkan  beberapa  botol  sirup
          Tjampolay,  sebuah  bingkisan  manis  yang  kurencanakan  untuk



                                                                        202
   197   198   199   200   201   202   203   204   205   206   207