Page 207 - THE SERENDIPITY OF FIRST SIGHT BY GAMALIA15
P. 207
Malamnya, ponselku bergetar. Sebuah pesan darinya masuk.
Jujur, ada rasa jenuh yang menyergap setelah menghabiskan
waktu tiga hari penuh bersamanya. Pikiranku melayang liar , jika
tiga hari saja sudah memicu rasa bosan ini, bagaimana jadinya jika
nanti kami terikat dalam pernikahan dan harus berbagi ruang
selamanya? Aku tertawa kecil meratapi pemikiran itu.
"Aku malas ngetik, Beb," balasku singkat pada pesannya.
"Ada teknologi yang namanya call ," jawabnya cepat.
Tak lama, layar ponselku menampilkan panggilannya, disusul
.
dengan video call Hanya percakapan singkat untuk sekadar
berpamitan sebelum ia menjemput mimpi. Meski hari ini penuh
dengan drama, setidaknya Jakarta menyambut kami dengan sisa-
sisa manis yang masih tertinggal di ingatan.
207

