Page 208 - THE SERENDIPITY OF FIRST SIGHT BY GAMALIA15
P. 208

BAB 39 : ERUPSI EMOSI DI BAWAH RINTIK KOJA


             28 Desember 2025: Saat Hujan Koja Membakar Jakarta


               Sisa-sisa  atmosfer  Natal  masih  menggantung  di  udara,

          membawa nuansa libur yang seharusnya menenangkan. Namun,
          tidak bagiku, dan juga bagi Farras.  Aku kira perjalanan kami ke

          Cirebon merupakan akhir kisah kami, terlebih ketika keluargaku

          menuntut  untuk  meresmikan  hubungan  kami  di  jenjang  yang
          lebih  serius.  Aku  mengira  Farras  akan  tertekan  dan  mundur.

          Namun  kebalikannya,  dia  semakin  bucin.  Setiap  hari  dia

          mengajakku bertemu.
               Sore itu, dia mengajakku keluar, jujur ada rasa jenuh yang

          menggelayut di dada. Rasanya bosan harus bertemu dengannya
          hampir  setiap  hari.  Terlebih,  sisa-sisa  kekesalan  atas  sikapnya

          selama  kami  di  Cirebon  masih  mengendap,  belum  sepenuhnya

          larut.  Tiga  hari  penuh  bersamanya  kemarin  justru  menguras
          energiku,  membuatku  mendamba  jeda,  sebuah  ruang  personal

          untuk tidak saling bersinggungan selama beberapa hari. Namun,
          seperti skenario yang sudah-sudah, ketika Farras menginginkan

          sesuatu,  aku  seolah  kehilangan  hak  suara.  Aku  tidak  memiliki

          pilihan selain mengalah dan menuruti egonya.





                                                                        208
   203   204   205   206   207   208   209   210   211   212   213