Page 213 - THE SERENDIPITY OF FIRST SIGHT BY GAMALIA15
P. 213
Beberapa kali air mataku jatuh menetes, luruh akibat
untaian kalimatnya yang sarat akan tendensi merendahkan harga
diriku. Dan ironisnya, dia selalu berlindung di balik alibi bahwa
aku harus sesekali merasakan perlakuan kasar seperti itu, hanya
karena dia tahu bahwa di luar sana, semua orang di sekelilingku
selalu memperlakukanku dengan penuh puja dan puji. Aku lelah,
dan cinta ini perlahan terasa seperti labirin tanpa jalan keluar.
213

