Page 216 - THE SERENDIPITY OF FIRST SIGHT BY GAMALIA15
P. 216

Farras terkekeh  pelan sebelum menjawab,  "Namanya juga

          jodoh, sejauh apa pun pasti ketemu."

          Sederhana,  namun  kalimat  itu  seketika  memenangkan  hatiku
          sepenuhnya.  Semesta  seolah  punya  cara  sendiri  untuk

          mempertemukan dua titik yang terpisah jarak.
               Setibanya di Mall Artha Gading, kami langsung melangkah

          lebar  menuju  bioskop.  Rencana  awal  untuk  mengisi  perut

          terpaksa  digeser  karena  jam  digital  sudah  menunjukkan  pukul
          20.30  WIB,  hanya  tersisa  tiga  puluh  menit  sebelum  tirai  teater

          dibuka  untuk  mahakarya  berdurasi  hampir  3,5  jam  itu.  Farras

                                               ,
          segera  memesan  camilan,  popcorn dan  dua  gelas  minuman.
          Sejujurnya,  aku  bukanlah  pencinta  sinema  yang  betah  duduk

          berlama-lama.  Namun,  bayangan  akan  menghabiskan  ratusan

          menit duduk bersisian dengan orang terkasih membuat dadaku
          dipenuhi letup-letup bahagia.

               Sebelum  layar  perak  berpendar,  Farras  tampak  asyik

          menikmati makanannya sendiri tanpa  menawariku sedikit pun.
          Aku mendengus geli dalam hati. Laki-laki ini benar-benar tidak

          peka.  Fitur  pekanya  mungkin  sudah  lama    ter-uninstall karena

          terlalu lama menyandang status jomblo sebelum bersamaku.

          "Minta  dong," seruku  menahan  keroncongan  di  perut.  Aku
          memang sengaja mengosongkan perut sejak sore karena mengira


                                                                        216
   211   212   213   214   215   216   217   218   219   220   221