Page 218 - THE SERENDIPITY OF FIRST SIGHT BY GAMALIA15
P. 218

atas rasa aman itu, aku memeluk lengannya erat di sepanjang sisa

          film.

               Ketika  lampu  teater  kembali  menyala  terang,  jam  dinding
          digital hampir menyentuh pukul setengah satu dini hari. Energi

          kami anehnya justru meluap-luap seolah malam baru saja dimulai.
          Di  sepanjang  koridor  mall  menuju  tempat  parkir,  aku  mulai

          bertingkah pecicilan, mencairkan kantuk yang sempat mampir.

          "Siapa yang besok kerja? Sayaaa, sayaaa! Siapa yang besok bisa
          tidur  seharian??  Diaaa,  diaaa!"  celotehku  sambil  menunjuk

          dirinya.

               Farras melirikku dengan senyum jahil yang khas, "Siapa yang

          besok  jalan  sama  yang  lain?" godanya,  mencoba  memantik  api
          cemburu.

          Aku mengangkat dagu, "Okay."

          "Hahaha!" Tawa  renyahnya  pecah,  memantul  di  keheningan
          malam yang kian larut.

               Ada  rasa  enggan  yang  menggelayut  saat  motornya  mulai
          membelah  jalanan  pulang.  Aku  belum  siap  berpisah  dengan

          dekapannya.  Namun,  perjalanan  pulang  malam  itu  bertukar

          menjadi  sebuah  komedi  menegangkan  ketika  Farras  dengan
          segala kejahilannya malah membelokkan stang motor masuk ke

          dalam area pemakaman.


                                                                        218
   213   214   215   216   217   218   219   220   221   222   223