Page 215 - THE SERENDIPITY OF FIRST SIGHT BY GAMALIA15
P. 215
kusembunyikan, lalu meraih jemarinya, mencium punggung
tangannya.
"Kita nonton Avatar, yuk," ucapnya santai.
Aku agak terperanjat. Menatap penampilanku sendiri,
sebuah tanya sempat melintas: Bagaimana bisa aku melangkah ke
mall dengan pakaian se-kasual ini? Namun, riak ragu itu segera
karam oleh sebuah ketetapan di dalam hati, terserah ke mana pun
dia akan membawaku, asalkan kompasnya adalah dia, aku akan
selalu bersedia.
"Agak jauhan aja beb nontonnya, Artha Gading kali ya?" usulnya
memecah lamunan.
"Terserah," jawabku singkat, melarikan diri ke dalam dekapannya,
menenggelamkan seluruh rindu yang sempat tertahan.
Sepanjang aspal yang kami lalui, lenganku melingkar erat di
pinggangnya. Angin malam Jakarta menerpa wajah, namun
kehangatan menjalar dari punggungnya. Di balik helm, aku
berbisik pada diri sendiri tentang betapa beruntungnya aku
memiliki pria ini.
"Beb, kok kita bisa ketemu ya? aku kuliah S1 sampai S2 di Jawa, eh
ternyata kamunya di Jakarta," celetukku, heran pada guratan
takdir.
215

